Best Profit | Harga Emas Lengser dari Level Kunci USD 1.900 karena Tekanan Dolar AS

Best Profit (27/5) – Harga emas turun dari level kunci USD 1.900 per ounce pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi waktu Jakarta). Pendorong pelemahan harga emas ini karena tekanan dari dolar AS dan imbal hasil surat utang AS.

Penguatan dolar AS dan obligasi AS ini membuat daya tarik emas kembali meredup meskipun ekspektasi pasar masih dovish.

Mengutip CNBC, Kamis (27/5/2021), harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi USD 1.893,20 per ounce para pukul 14.14 EDT, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sejak 8 Januari 2021 di USD 1.912,50 per ounce. best profit

Sedangkan untuk harga emas berjangka AS ditutup naik 0,2 persen menjadi USD 1.901,20 per ounce.

Analis senior OANDA Edward Moya mengatakan, kenaikan imbal hasil obligasi AS dan penguatan dolar AS memberikan beberapa alasan orang atau investor keluar dari emas. Hal ini membuat harga logam mulia tersebut turun dari level kunci. best profit

“Tapi kami masih akan melihat harga emas terus naik dan level USD 1.950 sepertinya adalah tujuan jangka pendek,” jelas Moya.

Imbal hasil obligasi AS dengan janga waktu 10 tahun yang menjadi patokan naik. Hal ini menjadi lawan yang berat bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil di luar kenaikan harga. best profit

Sementara indeks dolar AS pulih dari posisi terendah, membuat harga emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Beberapa pejabat Bank Sentral AS atau the Fed telah menegaskan kembali komitmen mereka terhadap sikap kebijakan yang dovish. best profit

Sementara wakil ketua the Fed Richard Clarida pada Selasa mengatakan, mereka dapat menahan inflasi jika itu terjadi tanpa membuat pemulihan pertumbuhan ekonomi keluar dari jalur.

“Dengan investor masih membunyikan alarm inflasi, minat institusional dalam kompleks logam mulia kemungkinan akan terus meningkat menyusul arus keluar berbulan-bulan,” tulis TD Securities dalam catatan ke nasabah.

Emas memas sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. best profit

Sumber : Liputan6

Best Profit | Dolar dan Imbal Hasil Obligasi AS Susut Bawa Harga Emas Naik

Best Profit (21/5) – Harga emas kembali naik mendekati level tertinggi lebih dari empat bulan pada sesi sebelumnya. Hal ini terdorong melemahnya Dolar dan imbal hasil AS, karena investor mengabaikan petunjuk Federal Reserve tentang kemungkinan pengurangan langkah-langkah dukungan ekonomi.

Melansir laman CNBC, Jumat (21/5/2021), harga emas di pasar spot naik 0,6 persen menjadi USD 1.880,22 per ounce. Harga emas berjangka AS ditutup sedikit berubah ke posisi USD 1.881,90.

Risalah Fed menunjukkan “sejumlah” pejabat berpikir jika pemulihan bertahan, mungkin menjadi langkah tepat untuk mulai membahas rencana penyesuaian laju pembelian aset. best profit

Risalah Fed dikatakan,”secara efektif menjadi pengenalan pertama dari pembicaraan resmi tentang pengurangan … (tetapi) emas naik, didorong fakta bahwa kami telah melihat hasil dan dolar sedikit berbalik,” kata Bart Melek, Kepala Komoditas Strategi di TD Securities.

“Pandangan di luar sana adalah meskipun The Fed mengatakan tentang pengurangan (Stimulus), pada kenyataannya, sangat tidak mungkin kami akan segera mengurangi akomodasi moneter,” tambah Melek.

Tolak ukur imbal hasil hasil obligasi AS mereda, bersamaan dengan dolar yang melemah membuat emas batangan lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. best profit

Pengetatan moneter yang akhirnya dilakukan oleh Fed akan menghilangkan daya tarik emas karena itu diterjemahkan ke dalam biaya peluang yang lebih tinggi untuk memegang aset non-imbal hasil.

Keuntungan emas datang meskipun terjadi penurunan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran.

Analis Senior Kitco Metals Jim Wyckoff menuturkan jika ekspektasi inflasi mendukung pasar logam. “Inflasi harga yang bermasalah telah menjadi elemen bullish untuk pasar logam karena investor akan membeli aset keras seperti logam sebagai lindung nilai terhadap inflasi,” tambah Wyckoff.

Di antara logam mulia lainnya, harga paladium turun 0,1 persen menjadi USD 2.866,67 per ounce, perak naik 0,5 persen menjadi USD 27,90, sementara platinum naik 0,9 persen menjadi USD 1.201,96. best profit

Sumber : Liputan6

Best Profit | Dolar AS Merosot Terendah 1 Minggu

Best Profit (6/4) – Dolar AS merosot ke posisi terendah satu minggu terhadap sekeranjang mata uang pada hari Senin karena bursa saham mencapai rekor tertinggi, dan karena investor menunggu katalis berikutnya untuk arah perdagangan.

Dolar AS telah rebound tahun ini seiring dengan kenaikan imbal hasil Treasury AS karena investor memperkirakan pada pertumbuhan ekonomi AS yang lebih cepat dan inflasi yang lebih tinggi ketika ekonomi dibuka kembali setelah penutupan bisnis terkait COVID-19.

Dolar AS umumnya meningkat pada saat yang sama dengan penguatan saham. Investor sekarang mengamati untuk melihat apakah hubungan itu berlanjut karena ini dapat mengindikasikan pergeseran dalam bagaimana mata uang merespons untuk meningkatkan selera risiko. best profit

Dolar AS jatuh pada hari Senin karena saham menguat. Itu terakhir turun 0,20% terhadap sekeranjang mata uang di 92,77. Ini telah jatuh dari 93,44 pada hari Rabu, yang merupakan tertinggi sejak 5 November.

Dolar AS telah menguat pada hari Jumat setelah data menunjukkan bahwa ekonomi AS menciptakan lapangan kerja paling banyak dalam tujuh bulan pada bulan Maret karena lebih banyak orang Amerika yang divaksinasi dan pemerintah membagikan uang bantuan pandemi tambahan, menandai dimulainya apa yang bisa menjadi kinerja ekonomi terkuat tahun ini. dalam hampir empat dekade. best profit

Namun volume perdagangan ringan pada hari Jumat, dengan banyak pedagang keluar untuk liburan Jumat Agung. Pasar keuangan di Inggris juga ditutup pada hari Senin.

Euro naik 0,29% menjadi $ 1,1786. Sterling naik 0,42% menjadi 1,3886. Dolar Australia, yang biasanya naik ketika selera risiko kuat, naik 0,64% menjadi $ 0,7639.

Investor juga fokus pada rencana infrastruktur yang diusulkan oleh Pemerintah AS, yang akan melibatkan peningkatan pajak perusahaan untuk membayar pengeluaran baru. best profit

Sumber : Vibiznews

Best Profit | Harga Emas Naik Usai Sentuh Level Terendah

Best Profit (4/1) – Harga emas naik lebih dari 1 persen pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta) ditopang oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS). Namun kenaikan imbal hasil obligasi AS masih menempatkan harga emas di jalur penurunan kuartalan terbesar dalam lebih dari 4 tahun terakhir.

Dikutip dari CNBC, Kamis (1/4/2021), harga emas di pasar spot naik 1,6 persen menjadi USD 1.711,27 per ounce setelah menyentuh level terendah sejak 8 Maret di USD 1.677,61. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik 1,8 persen menjadi USD 1.715,60.

Harga emas turun lebih dari 9 persen untuk kuartal tersebut dan berada di jalur untuk kinerja kuartalan terburuk sejak akhir Desember 2016.

“Karena kami telah melihat imbal hasil obligasi stabil dan dolar mundur dari tertinggi baru-baru ini, kami telah melihat sedikit pergerakan dari posisi terendah di pasar emas,” kata Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, David Meger. best profit

Nilai tukar dolar AS melemah mendekati level tertinggi dalam 5 bulan.

“Rencana stimulus struktural yang sangat besar dari Presiden AS Joe Biden telah berkontribusi pada kekhawatiran atas inflasi dan akan mendukung pasar emas,” kata Meger.

Emas batangan dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, tetapi kenaikan imbal hasil Treasury menganggu status tersebut karena mengambil biaya peluang yang lebih tinggi untuk menahan bullion.

Untuk logam mulia lainnya, harga platinum naik 2,8 persen menjadi USD 1,186.49 per ounce dan paladium naik 1,3 persen menjadi USD 2.622,49, menuju bulan terbaik sejak Februari 2020.

Nornickel Rusia, produsen platinum dan paladium utama, mengatakan pada hari Senin bahwa mereka telah menghentikan aliran air ke dua tambang utamanya di Kutub Utara Siberia. best profit

Penutupan tambang Arktik telah secara drastis mengurangi produksi logam grup platinum dan paladium dan dapat menyebabkan pasar yang lebih ketat daripada yang diantisipasi sebelumnya, kata Ghali.

Selain harga emas, harga perak naik juga 1,5 persen menjadi USD 24,38 per ounce, tetapi turun lebih dari 8 persen untuk bulan tersebut.

Pada perdagangan kemarin, Harga emas tergelincir hampir 2 persen pada hari Selasa karena penguatan dolar, imbal hasil Treasury yang lebih tinggi, dan harapan untuk pemulihan ekonomi AS yang lebih cepat, mengurangi permintaan emas batangan safe-haven.

Dikutip dari CNBC, Rabu (31/3/2021), harga emas di pasar spot turun 1,7 persen menjadi USD 1,682.81 per ounce dalam perdagangan sore. Di awal sesi, bullion turun sekitar 2 persen ke level terendah sejak 8 Maret di USD 1.678.40. Emas berjangka AS ditutup 1,7 persen turun menjadi USD 1.686. best profit

Tolok ukur imbal hasil Treasury AS 10-tahun naik ke puncak 14-bulan pada Selasa pagi. Didukung oleh harapan pertumbuhan dan inflasi yang lebih kuat menjelang rencana infrastruktur jutaan dolar Presiden AS Joe Biden.

“Penggerak jangka pendek tampaknya menjadi sangat bearish untuk emas,” kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA. Dia juga menyematkan pelemahan emas baru-baru ini pada penguatan dolar dan imbal hasil yang lebih tinggi. best profit

Sementara emas kemungkinan akan melihat beberapa tekanan dalam jangka pendek, harga investor dalam kekhawatiran inflasi bisa “akhirnya memicu hiruk-pikuk pembelian emas,” tambah Moya.

Indeks dolar melonjak ke level tertinggi lebih dari empat bulan, membuat harga emas dalam denominasi greenback lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Imbal hasil Treasury AS yang lebih tinggi telah mengancam daya tarik emas sebagai lindung nilai inflasi karena meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan, yang tidak membayar bunga. best profit

Sumber : Liputan6

Best Profit | Paket Stimulus Joe Biden Disetujui, Harga Emas Turun ke USD 1.723,30

Best Profit (3/2) – Harga emas mengalami tekanan meskipun sebelumnya sempat menguat pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Penekan harga emas adalah penguatan dolar AS dan disetujuinya paket stimulus Presiden AS Joe Biden yang meningkatnya minat risiko investor.

Mengutip CNBC, Selasa (2/3/2021), harga emas di pasar spot turun 0,6 persen menjadi USD 1.723,30 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,3 persen ke level USD 1.723 per ounce.

“Visi yang kuat akan pemulihan ekonomi, penguatan dolar AS, pasar saham yang membaik. Ini tentu saja menurunkan permintaan akan emas,” kata Direktur Perdagangan Logam Mulia High Ridge Futures, David Meger. best profit

“Tapi di sisi lain, kami melihat tambahan stimulus USD 1,9 triliun yang disuntikkan ke dalam perekonomian berpotensi mendorong inflasi, emas memiliki kecenderungan membaik di tengah kondisi seperti ini,” tambah dia.

The dollar index melonjak ke level tertinggi dalam tiga minggu, sementara optimisme atas stimulus ekonomi dan perkembangan vaksin Covid-19 mengangkat sentimen risiko di pasar keuangan.

Dewan Perwakilan Rakyat AS menyetujui proposal stimulus virus Corona senilai USD 1,9 triliun dari Presiden Joe Biden pada Sabtu pagi. Saat ini proposal tersebut tengah dikirim ke Senat untuk dipertimbangkan. best profit

Sebelumnya, harga emas turun hampir USD 100 pada pekan lalu dan jatuh ke level USD 1.720 oer ounce. Ini adalah posisi terendah dalam 8 bulan. Penurunan tersebut karena tekanan surat utang dan nilai tukar dolar AS.

Namun kemungkinan penurunan harga emas ini belum akan berakhir. Investor masih akan melancarkan aksi jual karena imbal hasil obligasi dan nilai tukar dolar AS masih terus menunjukkan perbaikan.

“Musuh emas itu dolar AS dan tampaknya mata uang AS akan rebound. Investor juga memperhatikan kenaikan imbal hasil surat utang AS,” jelas kepala analis SIA Wealth Management Colin Cieszynski, seperti dikutip dari Kitco, Senin (1/3/2021).

Sebanyak 13 analis ikut serta dalam survei Kitco. Dari jumlah tersebut delapan analis atau 61,5 persen mengatakan bahwa harga emas masih tertekan. best profit

Sedangkan tiga analis atau 23 persen memperkirakan harga emas akan menguat. Sisanya yaitu dua analis atau 15,5 persen menyatakan harga emas bergerak mendatar.

Sedangkan sebanyak 669 investor ritel ikut serta dalam jajak pendapat Kitco pada pekan ini. Dari jumlah tersebut, 351 invstor atau 52,5 persen melihat harga emas akan naik.

Sedangkan 223 investor lainnya atau 33,3 persen memperkirakan emas akan jatuh. Sementara 95 pemilih lainnya atau 14,2 persen melihat pasar emas bergerak mendatar.

Minggu ini menandai tingkat partisipasi survei Main Street terendah dalam hampir setahun.

Analis memperkirakan level suport harga emas akan kembali diuji pada pekan ini. Harga tersebut di kisaran USD 1.700 per ounce. Banyak sentimen yang akan membebani harga emas pekan ini.  best profit

Sumber : Liputan6

Best Profit | Harga Emas Anjlok USD 100 Pekan Lalu, Berlanjut Minggu Ini?

Best Profit (1/3) – Harga emas turun hampir USD 100 pada pekan lalu dan jatuh ke level USD 1.720 oer ounce. Ini adalah posisi terendah dalam 8 bulan. Penurunan tersebut karena tekanan surat utang dan nilai tukar dolar AS.

Namun kemungkinan penurunan harga emas ini belum akan berakhir. Investor masih akan melancarkan aksi jual karena imbal hasil obligasi dan nilai tukar dolar AS masih terus menunjukkan perbaikan.

“Musuh emas itu dolar AS dan tampaknya mata uang AS akan rebound. Investor juga memperhatikan kenaikan imbal hasil surat utang AS,” jelas kepala analis SIA Wealth Management Colin Cieszynski, seperti dikutip dari Kitco, Senin (1/3/2021).

Sebanyak 13 analis ikut serta dalam survei Kitco. Dari jumlah tersebut delapan analis atau 61,5 persen mengatakan bahwa harga emas masih tertekan. best profit

Sedangkan tiga analis atau 23 persen memperkirakan harga emas akan menguat. Sisanya yaitu dua analis atau 15,5 persen menyatakan harga emas bergerak mendatar.

Sedangkan sebanyak 669 investor ritel ikut serta dalam jajak pendapat Kitco pada pekan ini. Dari jumlah tersebut, 351 invstor atau 52,5 persen melihat harga emas akan naik.

Sedangkan 223 investor lainnya atau 33,3 persen memperkirakan emas akan jatuh. Sementara 95 pemilih lainnya atau 14,2 persen melihat pasar emas bergerak mendatar.

Minggu ini menandai tingkat partisipasi survei Main Street terendah dalam hampir setahun. best profit

Analis memperkirakan level suport harga emas akan kembali diuji pada pekan ini. Harga tersebut di kisaran USD 1.700 per ounce. Banyak sentimen yang akan membebani harga emas pekan ini.

Adrian Day yag merupakan CEO dari Adrian Day Asset Management menjelaskan, pada dasarnya ada sentimen positif untuk emas pada pekan ini. Salah satunya adalah likuiditas yang berlimpah di seluruh dunia.

Sedangkan nilai tukar dolar AS sebenarnya hanya memantul dari harga terendahnya. Untuk suku bunga obligasi sebenarnya sudah naik pada pekan kemarin. best profit

“Sehingga mungkin pada minggu ini adalah penurunan terakhir harga emas,” kata dia.

bahkan, ada analis yang mempekirakan harga emas akan terus tertekan sampai ke level USD 1.500 per ounce.

Penerbit V.R. Metals/Resource Letter, Mark Leibovit, mengatakan bahwa harga emas kemungkinan akan mengalami tekanan hingga di kisaran USD 1.500 per ounce. best profit

Sumber : Liputan6

Best Profit | Stimulus AS Disahkan, Harga Emas Bisa Tembus USD 2.000

Best Profit (7/12) – Harga emas sedang mencoba untuk bangkit kembali dan berusaha menembus di USD 1.850 per ounce. Menurut analis, jika tembus, logam mulia berpeluang naik ke USD 1.925.

Harga emas memiliki kinerja di awal minggu Desember yang cukup bagus, pulih dengan baik setelah aksi jual minggu lalu di bawah USD 1.800 per ounce.

Penggerak pendukung minggu lalu adalah dolar AS yang lebih lemah, harapan stimulus, dan infeksi harian COVID-19 yang mencapai rekor tertinggi.

Minggu ini, hal utama yang harus diperhatikan dalam emas adalah apakah harga emas bisa menembus level USD 1.850 per ounce, kata direktur perdagangan global Kitco Metals Peter Hug.

Dikutip dari Kitco.com, Senin (6/12/2020), pembicaraan tentang stimulus akan menjadi pusat perhatian minggu ini, karena pasar didorong oleh dukungan yang diungkapkan untuk rencana bantuan virus corona senilai USD 908 miliar dari bipartisan. best profit

Selain itu, Demokrat dan Republik juga menghadapi tenggat waktu 11 Desember untuk meloloskan anggaran USD 1,4 triliun. Jika tidak lolos, mereka berisiko ditutupnya pemerintah.

“Perhatian tertuju pada pembicaraan bahwa Demokrat dan Republik dapat mengajukan paket stimulus sebelum akhir tahun. Sangat penting untuk menjembatani kesenjangan antara hari ini dan kapan vaksin dapat diterapkan,” kata Hug.

“Lebih banyak likuiditas di pasar positif untuk komoditas dan ekuitas. Jika mereka tidak datang dengan paket stimulus, kemungkinan besar, kita tidak akan melihatnya sampai Februari, yang dapat meredam ekuitas dan emas karena orang-orang beralih ke kas. . “

Situasi di AS semakin sulit dari hari ke hari. Dan musim dingin yang sangat sulit masih di depan, kata para analis, yang menunjukkan rekor jumlah virus corona yang tinggi, yang melihat 213.000 kasus harian baru dan 2.500 kematian pada Kamis. best profit

Perlambatan dalam pekerjaan sudah terlihat, dan itu hanya bisa menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik, kata Nedoss.

“Kami telah melihat pertumbuhan lapangan kerja yang positif selama tujuh bulan terakhir, tetapi setiap bulan semakin kecil dan kecil,” katanya.

“Jumlah pekerjaan menambah tekanan untuk menyelesaikan sesuatu dan juga tekanan untuk menjaga agar pemerintah benar-benar terbuka. Jika Anda menjembatani keduanya, ada dorongan untuk melakukan sesuatu,” tambahnya.

Nedoss juga memperkirakan akan melihat kelemahan dolar AS lebih lanjut, yang akan menjadi dorongan tambahan untuk harga emas.

Level resistensi harga emas terdapat di – pertama USD 1.850, level psikologis USD 1.900, dan kemudian USD 1.925, yang akan membuka jalan menuju USD 1.975, menurut analis.

Harga emas bisa mencapai SUD 2.000 pada akhir tahun jika stimulus diloloskan, tambah Hug.

Namun, tidak semua siap untuk terjun ke pasar bullish, dengan broker komoditas senior RJO Futures Daniel Pavilonis memperingatkan bahwa penjualan mungkin belum berakhir. best profit

“Pasar semakin lelah di sini. Saya tidak akan terkejut melihat kemunduran minggu depan. Kami sedang dalam proses bottoming ini,” kata Pavilonis, Jumat.

“Emas bisa mencapai USD 1.797,80 minggu depan. Dan jika kita menutup di bawah itu, kita bisa melihat beberapa aksi jual lebih lanjut,” lanjut dia.

Berita vaksin positif mendorong sentimen penurunan ini, Pavilonis menjelaskan.

“Paket stimulus mungkin tidak sepenuhnya disepakati, dan mungkin akan dimulai tahun depan. Dan dengan berita vaksin, pasar melihat cahaya di ujung terowongan, dan stimulus berlebih adalah hal di masa lalu,” katanya . “Jika kita melihat ke arah itu dan ekonomi mulai menjadi lebih baik, dan dolar menguat, ini tidak akan menjadi pertanda baik bagi logam.”

Namun, Pavilonis mencatat bahwa jika emas terus mengarah lebih tinggi minggu depan, itu bisa menjadi “periode penting di mana jika kita menutup lebih tinggi, kita dapat melanjutkan tren lebih tinggi,” pungkasnya. best profit

Sumber : Liputan6

Best Profit | Harga Emas Bergerak Tipis Usai The Fed Beri Sinyal Tahan Bunga Acuan hingga 2024

Best Profit (27/11) – Harga emas hanya bergeser sedikit di perdagangan London pada Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta). Harga emas hanya bergerak di koridor USD 3 per ons dari posisi USD 1.815 per ons.

Mengutip bullionvault, Jumat (27/11/2020), gerak harga emas tersebut setelah adanya komentar dari Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang menyatakan tidak akan menaikkan suku bunga hingga 2024.

Pernyataan dari Bank Sentral AS tersebut setahun lebih lambat jika dibandingkan dengan perkiraan pada dua bulan lalu.

Bursa saham dan komoditas di AS tutup karena perayaan Thanksgiving. Harga emas dalam dolar AS diperdagangkan dengan mendapat diskon 12,5 persen dari rekor tertinggi yang dicetak pada Agustus lalu.

Bursa saham di Eropa bergerak mendatar datar pada perdagangan Kamis. Jika dihitung dari awal tahun, bursa di Eropa masih turun 6,7 persen. best profit

Sementara itu, harga minyak mentah Brent naik tipis dari level tertinggi dalam 8 bulan ke angka USD 49 per barel. Harga Minyak ini terpukul setelah US Energy Information Administration mengatakan stok di AS menyusut lebih dari yang diharapkan pekan lalu karena permintaan yang tinggi.

Sebelumnya, harga emas naik pada perdagangan Rabu karena kenaikan tak terduga dalam laporan pengangguran di Amerika Serikat (AS) menghentikan reli pada hari sebelumnya di Wall Street, dan harga emas memantul dari penurunan tajam menuju USD 1.800 di sesi sebelumnya.

Dikutip dari CNBC, Kamis (26/11/2020), harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD 1,810.41 per ounce, sehari setelah mencapai level terendah sejak 17 Juli di USD 1,800.01. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,3 persen menjadi USD 1.809,10.best profit

Indeks saham S&P 500 dan Dow turun di tengah tanda-tanda perlambatan dalam pemulihan pasar tenaga kerja. Pada perdagangan Selasa, Wall Street menguat ke rekor karena kemajuan dalam vaksin Covid-19 dan transisi Gedung Putih yang mulus mendukung taruhan pada pemulihan ekonomi yang lebih cepat.

Data pengangguran mendukung harga emas “hanya dengan anggapan bahwa kita masih memiliki masa yang sangat kelam di depan sebelum kita melewati pandemi ini,” kata Analis Senior Kitco Metals Jim Wyckoff.

Dolar yang lemah juga mendorong harga emas dengan membuatnya lebih murah bagi mereka yang memegang mata uang lain. best profit

Penurunan dolar “bersama dengan dukungan teknis (untuk harga emas mendekati USD 1.800), meyakinkan beberapa orang untuk mungkin berhenti menjual dan memperoleh beberapa posisi lagi,” kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities.

“Enam bulan ke depan akan sangat sulit; kita akan mengalami pertumbuhan yang jauh di bawah potensialnya, dan pemerintah serta bank sentral harus menambah stimulus secara signifikan untuk memastikan kita tidak mendapatkan transformasi gelombang kedua menjadi kinerja ekonomi yang buruk dalam periode yang lama,” tambah Melek.

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak menghasilkan, yang telah meningkat lebih dari 19 persen tahun ini, diuntungkan dari statusnya emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Selain harga emas, harga perak naik 0,5 persen menjadi USD 23,37 per ounce. Harga platinum naik tipis 0,6 persen menjadi USD 966,59 dan paladium turun 0,5 persen menjadi USD 2,336,97. best profit

Sumber : Liputan6

Keluar dari Level Terendah, Harga Emas Naik Seiring Melemahnya Dolar AS

Best Profit (26/11) – Harga emas naik pada perdagangan Rabu karena kenaikan tak terduga dalam laporan pengangguran di Amerika Serikat (AS) menghentikan reli pada hari sebelumnya di Wall Street, dan harga emas memantul dari penurunan tajam menuju USD 1.800 di sesi sebelumnya.

Dikutip dari CNBC, Kamis (26/11/2020), harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD 1,810.41 per ounce, sehari setelah mencapai level terendah sejak 17 Juli di USD 1,800.01. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,3 persen menjadi USD 1.809,10.

Indeks saham S&P 500 dan Dow turun di tengah tanda-tanda perlambatan dalam pemulihan pasar tenaga kerja. Pada perdagangan Selasa, Wall Street menguat ke rekor karena kemajuan dalam vaksin Covid-19 dan transisi Gedung Putih yang mulus mendukung taruhan pada pemulihan ekonomi yang lebih cepat.

Data pengangguran mendukung harga emas “hanya dengan anggapan bahwa kita masih memiliki masa yang sangat kelam di depan sebelum kita melewati pandemi ini,” kata Analis Senior Kitco Metals Jim Wyckoff. best profit

Dolar yang lemah juga mendorong harga emas dengan membuatnya lebih murah bagi mereka yang memegang mata uang lain.

Penurunan dolar “bersama dengan dukungan teknis (untuk harga emas mendekati USD 1.800), meyakinkan beberapa orang untuk mungkin berhenti menjual dan memperoleh beberapa posisi lagi,” kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities.

“Enam bulan ke depan akan sangat sulit; kita akan mengalami pertumbuhan yang jauh di bawah potensialnya, dan pemerintah serta bank sentral harus menambah stimulus secara signifikan untuk memastikan kita tidak mendapatkan transformasi gelombang kedua menjadi kinerja ekonomi yang buruk dalam periode yang lama,” tambah Melek.

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak menghasilkan, yang telah meningkat lebih dari 19 persen tahun ini, diuntungkan dari statusnya emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang. best profit

Selain harga emas, harga perak naik 0,5 persen menjadi USD 23,37 per ounce. Harga platinum naik tipis 0,6 persen menjadi USD 966,59 dan paladium turun 0,5 persen menjadi USD 2,336,97.

Harga emas turun ke level terendah empat bulan pada hari Selasa dan tampaknya akan turun di bawah level psikologis USD 1.800. Penurunan ini karena kemajuan vaksin COVID-19 dan harapan untuk transisi cepat di Gedung Putih mendorong investor menuju aset berisiko.

Diktui[ dari CNBC, Rabu (25/11/2020), harga emas di pasar spot turun 1,5 persen menjadi USD 1,807.95 per ounce, setelah menyentuh level terendah sejak 17 Juli di USD 1.800,01. Emas berjangka AS turun 1,8 persen pada USD 1.804.60.

“Lebih optimisme dalam hal ekonomi, perkembangan vaksin telah mengambil beberapa status safe haven dari pasar emas,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures. best profit

“Kurangnya perhatian politik untuk bergerak maju” juga telah mengurangi kebutuhan akan tempat berlindung yang aman, tambah Meger.

Indeks utama Wall Street melonjak setelah Joe Biden bergerak lebih dekat untuk mengambil kendali kekuasaan pada Januari.

“Pengubah permainannya adalah kemampuan semua vaksin untuk menunjukkan janji yang baik,” kata George Gero, direktur pelaksana di RBC Wealth Management, seraya menambahkan itu akan menjadi pendakian panjang untuk mendapatkan emas dalam keadaan ini.

Pada hari Senin, emas batangan safe-haven kehilangan 1,9 persen setelah perusahaan obat global lainnya AstraZeneca mengumumkan hasil uji coba yang menjanjikan menuju vaksin.

Selain itu, Biden diperkirakan akan mencalonkan mantan Ketua Federal Reserve Janet Yellen sebagai Menteri Keuangan AS. Investor melihat Yellen sebagai kekuatan untuk lebih banyak tindakan fiskal untuk memerangi krisis ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi.

Penurunan emas juga terjadi meskipun dolar melemah, yang bertahan hampir mendekati level terendah tiga bulan.

Harga emas, perlindungan terhadap penurunan nilai mata uang dan inflasi, masih naik sekitar 19 persen tahun ini, terutama didorong oleh stimulus global yang dipimpin pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya. best profit

Sumber : Liputan6

Best Profit | Harga Emas Kian Jatuh

Best Profit (25/11) – Harga emas turun ke level terendah empat bulan pada hari Selasa dan tampaknya akan turun di bawah level psikologis USD 1.800. Penurunan ini karena kemajuan vaksin COVID-19 dan harapan untuk transisi cepat di Gedung Putih mendorong investor menuju aset berisiko.

Diktui[ dari CNBC, Rabu (25/11/2020), harga emas di pasar spot turun 1,5 persen menjadi USD 1,807.95 per ounce, setelah menyentuh level terendah sejak 17 Juli di USD 1.800,01. Emas berjangka AS turun 1,8 persen pada USD 1.804.60.

“Lebih optimisme dalam hal ekonomi, perkembangan vaksin telah mengambil beberapa status safe haven dari pasar emas,” kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

“Kurangnya perhatian politik untuk bergerak maju” juga telah mengurangi kebutuhan akan tempat berlindung yang aman, tambah Meger. best profit

Indeks utama Wall Street melonjak setelah Joe Biden bergerak lebih dekat untuk mengambil kendali kekuasaan pada Januari.

“Pengubah permainannya adalah kemampuan semua vaksin untuk menunjukkan janji yang baik,” kata George Gero, direktur pelaksana di RBC Wealth Management, seraya menambahkan itu akan menjadi pendakian panjang untuk mendapatkan emas dalam keadaan ini.

Pada hari Senin, emas batangan safe-haven kehilangan 1,9 persen setelah perusahaan obat global lainnya AstraZeneca mengumumkan hasil uji coba yang menjanjikan menuju vaksin.

Selain itu, Biden diperkirakan akan mencalonkan mantan Ketua Federal Reserve Janet Yellen sebagai Menteri Keuangan AS. Investor melihat Yellen sebagai kekuatan untuk lebih banyak tindakan fiskal untuk memerangi krisis ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi. best profit

Penurunan emas juga terjadi meskipun dolar melemah, yang bertahan hampir mendekati level terendah tiga bulan.

Harga emas, perlindungan terhadap penurunan nilai mata uang dan inflasi, masih naik sekitar 19 persen tahun ini, terutama didorong oleh stimulus global yang dipimpin pandemi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Harga emas tampaknya akan terombang-ambing antara menguat dan melemah pada pekan ini. Berdasarkan Kitco News Weekly Gold Survey, bakal ada tarik-menarik antara bullish dan bearish.

Meskipun sebagian besar atau mayoritas analis di Wall Street dan investor ritel memperkirakan harga emas bakal menguat, tetapi tak banyak sentimen yang mendukung bullish tersebut.

BACA JUGA

BERANI BERUBAH: Lorong Sayur Pembawa Berkah Berdasarkan level teknikal, harga emas akan bergerak di resistensi USD 1.900 per ounce dan dukungan pada USD 1.850 per ounce. best profit

Pada pekan lalu, harga emas tidak mampu menguat dan bergerak mendatar. Harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi USD 1.872,95 per ounce pada perdagangan Jumta, tetapi turun 0,8 persen untuk sepanjang pekan.

“Saya pikir harga emas terjebak dalam kisaran ini, dan akan tetap di sini sampai ada beberapa informasi baru atau sentimen baru,” kata Presiden Phoenix Futures and Options Kevin Grady dikutip dari Kitco, Senin (23/11/2020).

“Agar harga emas bisa menembus di atas USD 1.900 per ounce, kita perlu melihat beberapa berita tentang langkah-langkah stimulus baru, tapi sepertinya itu bukan prioritas saat ini,” tambah dia.

Pada pekan ini, 17 analis berpartisipasi dalam survei. Sebanyak delapan analis atau 47 persen menyerukan harga emas naik. Sementara itu, lima analis atau 29 persen menyerukan harga emas turun dan empat analis atau 24 persen netral.

Sementara itu, total 1.539 pelaku pasar ikut dalam jajak pendapat online. Di antara mereka, 642 pemilih atau 42 persen mengatakan harga emas akan bullish pada minggu ini.

Lalu 594 pelaku pasar atau 39 persen mengatakan bearish. Sementara 303 pemilih atau 20 persen menyatakan harga emas akan mendatar. best profit

Sumber : Liputan6