Best Profit | Wall Street Menguat, Indeks Nasdaq Cetak Level Tertinggi Imbas Kenaikan Saham Teknologi

Best Profit (23/6) – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Selasa, 22 Juni 2021 waktu setempat. Indeks S&P 500 berada di bawah rekor penutupan baru, dan indeks Nasdaq naik ke level tertinggi sepanjang masa seiring bitcoin kembali ke posisi intraday.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones naik 68,61 poin ke posisi 33.945,58. Indeks S&P 500 menguat 0,5 persen ke posisi 4.246,44. Indeks Nasdaq bertambah 0,8 persen ke posisi rekor intraday baru di posisi 14.253,27.

Bitcoin bergerak fluktuaktif dan menembus di bawah posisi USD 30.000 dan kemudian menghijau. Pada satu titik, mata uang kripto terbesar tersebut menghapus semua keuntungan 2021. Di sisi lain, saham Tesla naik hampir 0,5 persen dari titik terendahnya. best profit

Saham teknologi memimpin reli pasar seiring saham Netflix naik 2,3 persen. Saham Amazon, Apple dan Microsoft menguat satu persen. Saham Facebook melonjak dua persen. Saham Alphabet naik setelah Komisi Eropa membuka penyelidikan ke unit periklanan Google.

Pada Senin, 21 Juni 2021, wall street menguat dengan indeks Dow Jones naik 580 poin ke posisi terbaiknya sejak 5 Maret seiring saham yang berkaitan dengan pemulihan ekonomi kembali menguat. Saham tersebut sempat terpukul karena proyeksi terbaru the Federal Reserve tentang inflasi dan kenaikan suku bunga.

“Ini adalah waktu yang genting, saham telah melewati periode relatif lama tanpa aksi jual besar-besaran, dan ada kepekaan yang meningkat terhadap setiap ucapan dari the Fed saat mencoba untuk bertransisi ke awal normalisasi,” ujar Invesco Chief Global Market Strategist, Kristina Hooper dalam catatannya, dilansir dari CNBC, Rabu (23/6/2021). best profit

Ketua the Fed Jerome Powell bersaksi di depan Dewan Perwakilan Rakyat AS pada Selasa waktu setempat tentang tanggapan bank sentral terhadap pandemi COVID-19. Pernyataannya mendukung gagasan the Fed siap segera mulai membahas penghapusan beberapa langkah stimulus yang belum pernah terjadi sebelum yang diberlakukan selama pandemi COVID-19.

Indeks mencapai level tertinggi saat Powell menjawab pertanyaan dari anggota DPR. Powell optimistis dengan pemulihan ekonomi dan mempertahankan kekuatan inflasi bersifat sementara. Mungkin ada beberapa pembelian dari para pelaku pasar yang khawatir kalau Powell akan sedikit lebih hawkish atau agresif pada kenaikan suku bunga dari pada bank sentral pada pekan lalu. best profit

“Sejak terakhir kali kami bertemu, ekonomi telah menunjukkan perbaikan berkelanjutan. Vaksinasi yang meluas telah bergabung dengan tindakan kebijakan moneter dan fiskal yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam memberikan dukungan kuat untuk pemulihan,” ujar dia.

Ia menambahkan, indikator kegiatan ekonomi dan lapangan kerja terus menguat dan produk domestik bruto (PDB) riil pada 2021 tampaknya berada di jalur untuk mencatat tingkat kenaikan tercepat dalam beberapa dekade.

“Inflasi telah meningkat terutama dalam beberapa bulan terakhir,” ujar dia.

Namun, ia mencatat sebagian besar dari efek sementara dan inflasi akan kembali ke dua persen dalam jangka panjang. best profit

Sumber : Liputan6

Best Profit | Saham Wall Street Terkoreksi Merespon Kebijakan The Fed

Best Profit (29/4) – Merespon kebijakan Federal Reserve yang sesuai ekspektasi, bursa saham Amerika memperpanjang pelemahan  pada perdagangan yang berakhir Kamis dinihari WIB (29/4/2021). Indeks Dow Jones ditutup retreat,  Nasdaq dan S&P500 bertahan di zona merahnya.

Indeks Dow Jones terkoreksi 164,55 poin atau 0,5 persen menjadi 33.820,38, indeks Nasdaq merosot 39,19 poin atau 0,3 persen menjadi 14.051,03 dan indeks S&P 500 turun tipis 3,54 poin atau 0,1 persen menjadi 4.183,18 setelah sempat mencapai rekor tertinggi. Sentimen pasar tidak mampu bangkit setelah  The Fed menetapkan suku bunga dan pembelian obligasi tidak berubah.

Laporan kuartalan perusahaan besar yang mixed juga membebani sentimen pasar, perusahaan yang laporkan kinerja kuartalan optimis hingga angkat sahamnya seperti Alphabet dan Visa. Untuk yang laporkan kinerja yang lemah hingga turunnkan harga sahamnya seperti Microsoft dan Boeing. best profit

Saham Alphabet melonjak 2,37%  setelah perusahaan induk Google tersebut melaporkan hasil kuartal pertama yang lebih baik dari yang diharapkan dan mengumumkan pembelian kembali saham senilai $50 miliar, kemudian saham Visa naik 1,47% setelah perusahaan raksasa kartu kredit  ini melaporkan hasil fiskal kuartal kedua yang mengalahkan perkiraan.

Namun saham Microsoft  anjlok 2,83% meskipun  melaporkan kinerja kuartalan yang lebih baik dari perkiraan. Saham   Amgen dan Boeing  anjlok masing-masing 7,36% dan 2,81%  setelah melaporkan kinerja kuartalan yang mengecewakan. best profit

Mayoritas sektor alami penurunan kecuali sektor energi yang merespon kenaikan harga minyak mentah, dimana Philadelphia Oil Service Index melonjak 5,8 persen, NYSE Arca Oil Index melonjak 3,6 persen dan NYSE Arca Natural Gas Index melonjak 2,7 persen.

Pelemahan sektor dipimpin oleh saham perangkat lunak yang dibebani oleh laporan kuartalan Microsoft , The Dow Jones U.S. Software Index turun 1,5 persen yang semakin jauh dari rekor penutupan tertinggi pada hari Senin. Kemudian disusul oleh anjloknya saham semikonduktor dengan penurunan 1,5 persen oleh Philadelphia Semiconductor Index. best profit

Sumber : Vibiznews

Best Profit | Testimoni Gubernur The Fed Dorong Harga Emas Dunia Naik

Best Profit (25/3) – Harga emas naik mengambil peluang kenaikan imbal hasil treasury AS dan Dolar yang melandai. Logam safe-haven menarik dukungan dari seruan berulang Gubernur Federal Reserve Jerome Powell untuk mempertahankan suku bunga rendah yang mendekati nol.

Melansir laman CNBC, Kamis (25/3/2021), harga emas di pasar spot naik 0,4 persen menjadi USD 1.733,39 per ounce. Adapun harga emas berjangka AS ditutup naik 0,5 persen menjadi USD 1.733,20.

“The Fed mengatakan bahwa terlepas dari kenyataan dapat melihat beberapa inflasi yang lebih tinggi, mereka akan melihat ini akan terlewati sehingga pada akhirnya berarti kita dapat melihat lonjakan inflasi dan Fed tetap di sela-sela … faktor-faktor tersebut membantu emas di sini,” kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

Gubernur The Fed Powell mengatakan kepada anggota parlemen, dia mengharapkan angka inflasi akan “tidak terlalu besar atau persisten.” Bank sentral AS berjanji untuk mempertahankan suku bunga tetap mendekati nol dalam pertemuan kebijakannya minggu lalu. best profit

Harga emas masih menuai untung meskipun dolar bergerak naik. Dolar yang lebih kuat membuat harga emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Harga emas bisa naik ke posisi USD 1.900 lagi, demikian pula dolar kembali menguat dalam waktu dekat ini. Ini seiring adanya lockdown di Eropa dan potensi kinerja yang lebih baik dari Amerika Serikat versus ekonomi lain, tetap menjadi hambatan untuk emas, Melek menambahkan. best profit

Imbal hasil yang lebih tinggi juga menantang status emas sebagai lindung nilai inflasi. Emas tidak mungkin bergerak keluar dari kisaran USD 1.700 hingga USD 1.750 sampai akhir tahun.

“Ini ketika pertumbuhan dan inflasi kemungkinan terhenti imbas investor yang cenderung menyukai aset dan komoditas yang melacak inflasi yang lebih tinggi sampai saat itu,” kata Phillip Streible, Kepala Strategi Pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Di sisi lain, harga paladium naik 1,2 persen menjadi USD 2.635,19 per ounce dan perak naik 0,2 persen menjadi USD 25,12. Platinum naik 0,4 persen menjadi USD 1.172,82. best profit

Sumber : Liputan6

Best Profit | The Fed Pertahankan Suku Bunga, Indeks Saham Dow Jones Sentuh 33.000

Best Profit (18/3) – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melonjak pada perdagangan saham Rabu, 17 Maret 2021 dengan indeks saham Dow Jones naik tinggi.  Wall street menguat setelah bank sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) mengatakan tidak melihat kenaikan suku bunga hingga 2023.

The Federal Reserve juga akan membiarkan inflasi berjalan biasa untuk memastikan pemulihan ekonomi secara penuh.Pada penutupan perdagangan wall street, indeks saham Dow Jones naik 189,42 poin atau 0,6 persen menjadi 33.015,37.

Ini menandai pertama kali indeks saham unggulan ditutup di atas ambang batas 33.000. Indeks saham S&P 500 naik 0,3 persen ke rekor penutupan tertinggi 3.974,12.

Indeks saham Nasdaq menguat 0,4 persen ke posisi 13.525,20. Indeks saham acuan teknologi turun 1,5 persen seiring growth stock berada di bawah tekanan di tengah melonjaknya imbal hasil obligasi AS. best profit

Sementara itu, the Fed memperkirakan suku bunga acuan tetap mendekati nol untuk dua tahun ke depan. Bank sentral AS meningkatkan prospek ekonominya yang mencerminkan harapan untuk pemulihan ekonomi yang lebih kuat dari resesi yang dipicu pandemi COVID-19.

Selain itu, produk domestik bruto (PDB) diharapkan tumbuh 6,5 persen pada 2021 sebelum mereda pada tahun-tahun berikutnya.

Harapan inflasi inti juga bergerak lebih tinggi. Federal Open Market Committee (FOMC) mengharapkan inflasi naik 2,2 persen pada 2021 yang didorong dari pengeluaran konsumsi pribadi. Bank sentral AS juga menjaga inflasi dua persen dalam jangka panjang.

“Kedengarannya seperti skenario yang sempurna bagi investor dan prospeknya, dan Anda melihat respons pasar terhadap pandangan yang sangat optimis ini. Kebijakan moneter akan tetap akomodatif hampir terlepas dari apa yang terjadi dengan suku bunga, inflasi dan harga aset,” ujar Chief Investment Strategist State Street Global Advisors, Michael Arone, seperti dilansir dari CNBC, Kamis (18/3/2021). best profit

Ketua the Fed Jerome Powell mengatakan, the Fed perlu melihat pergerakan material dan berkelanjutan dalam inflasi di atas dua persen sebelum mempertimbangkan perubahan pada kebijakan saat ini.

“Kami berharap bahwa kami akan mulai membuat kemajuan yang lebih cepat di pasar tenaga kerja dan inflasi seiring berjalannya program vaksinasi COVID-19, karena dukungan fiskal yang didapatkan. Kami berharap itu terjadi, tapi kita harus melihatnya dulu,” ujar Powell.

Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun mencapai level tertinggi dengan naik dua basis poin menjadi 1,64 persen setelah ada pembaharuan informasi dari bank sentral.

Pada awal sesi, suku bunga acuan melonjak menjadi 1,689 persen mencapai level yang tak terlihat sejak akhir Januari 2021. best profit

Suku bunga yang lebih tinggi telah menekan perusahaan yang berorientasi pada pertumbuhan, terutama karena mengikis arus kas pada masa depan.

“Dengan plot mendian 2023 yang masih menunggu, saham dan obligasi naik lagi. Ini seperti pasar Goldilocks, pertumbuhan ekonomi yang kuat, inflasi yang cukup tinggi, pendapatan yang kembali pulih, dan kondisi moneter yang sangat mudah,” ujar Senior Global Invesment Analyst Commonwealth Financial Network, Anu Gaggar.

Kenaikan suku bunga telah menjadi beban bagi saham dalam beberapa pekan terakhir dan mempercepat pergerakan ke value stocks dari growth stocks.

Indeks saham Russell 2000 sudah naik 18 persen sepanjang 2021 seiring investor bertaruh di saham kapitalisasi kecil. Sektor saham energi dan keuangan menjadi pemenang pada 2021 dengan masing-masing naik 35 persen dan 16 persen.

Saham Disney naik 0,5 persen setelah CEO Bob Chapek mengatakan, du ataman hiburan Disneyland California akan dibuka kembali pada 30 April. Saham McDonald’s naik 1,9 persen setelah Deutsche Bank meningkatkan rekomendasi saham dari hold menjadi beli. best profit

Sumber : Liputan6

The Fed Umumkan Suku Bunga Tetap dan Tinggikan Proyeksi PDB 2021

Best Profit (24/12) – Bank sentral Amerika atau Federal Reserve mengumumkan keputusan yang sudah diperkirakan untuk tidak mengubah suku bunganya pada pertemuan FOMC yang terakhir tahun ini. Federal Reserve pada hari Kamis (17/02/2020) juga  menyatakan akan berencana untuk melanjutkan program pembelian aset sampai ekonomi menunjukkan kemajuan substansial menuju tujuan bank sentral untuk tingkat pekerjaan yang maksimum dan stabilitas inflasi.

The Fed memutuskan untuk mempertahankan kisaran target untuk suku bunga dana federal pada 0 hingga 1/4 persen, di mana  target ini tidak berubah sejak ditetapkannya pada bulan Maret lalu. Fed juga tegaskan untuk mempertahankan suku bunga pada tingkat mendekati nol sampai kondisi pasar tenaga kerja mencapai tingkat yang konsisten dengan lapangan kerja maksimum dan inflasi telah meningkat hingga 2 persen dan berada di jalur yang melebihi 2 persen untuk beberapa waktu. best profit

Selain mengumumkan keputusan kebijakan moneter terbaru, bank sentral juga memberikan proyeksi ekonomi terkini. Proyeksi terbaru menunjukkan The Fed  memperkirakan ekonomi menyusut kurang dari yang diharapkan pada tahun 2020 dan tumbuh sedikit lebih dari yang diharapkan pada tahun 2021 dan 2022.

The Fed memperkirakan PDB berkontraksi 2,4 persen pada 2020 dibandingkan dengan perkiraan kontraksi 3,7 persen pada September. Perkiraan tingkat pengangguran juga diturunkan menjadi 6,7 persen dari 7,6 persen. best profit

Untuk tahun 2021, Fed memperkirakan PDB tumbuh sebesar 4,2 persen dan sebesar 3,2 persen pada tahun 2022. Target tersebut alami kenaikan  dari proyeksi sebelumnya yang masing-masing sebesar 4,0 persen dan 3,0 persen. Dari proyeksi terbaru ini,  The Fed menyatakan  suku bunga tetap pada level mendekati nol hingga setidaknya tahun 2023.

The Fed juga mengulangi penilaiannya bahwa pandemi COVID-19 menyebabkan kesulitan ekonomi dan kemanusiaan yang luar biasa di seluruh Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Karenanya The Fed  mengatakan rencananya untuk terus membeli obligasi pada tingkat setidaknya $120 miliar per bulan sampai kemajuan substansial lebih lanjut  telah dibuat untuk tujuan kebijakannya. best profit

Sumber : Vibiznews

Best Profit | Harga Emas Bergerak Tipis Usai The Fed Beri Sinyal Tahan Bunga Acuan hingga 2024

Best Profit (27/11) – Harga emas hanya bergeser sedikit di perdagangan London pada Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta). Harga emas hanya bergerak di koridor USD 3 per ons dari posisi USD 1.815 per ons.

Mengutip bullionvault, Jumat (27/11/2020), gerak harga emas tersebut setelah adanya komentar dari Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang menyatakan tidak akan menaikkan suku bunga hingga 2024.

Pernyataan dari Bank Sentral AS tersebut setahun lebih lambat jika dibandingkan dengan perkiraan pada dua bulan lalu.

Bursa saham dan komoditas di AS tutup karena perayaan Thanksgiving. Harga emas dalam dolar AS diperdagangkan dengan mendapat diskon 12,5 persen dari rekor tertinggi yang dicetak pada Agustus lalu.

Bursa saham di Eropa bergerak mendatar datar pada perdagangan Kamis. Jika dihitung dari awal tahun, bursa di Eropa masih turun 6,7 persen. best profit

Sementara itu, harga minyak mentah Brent naik tipis dari level tertinggi dalam 8 bulan ke angka USD 49 per barel. Harga Minyak ini terpukul setelah US Energy Information Administration mengatakan stok di AS menyusut lebih dari yang diharapkan pekan lalu karena permintaan yang tinggi.

Sebelumnya, harga emas naik pada perdagangan Rabu karena kenaikan tak terduga dalam laporan pengangguran di Amerika Serikat (AS) menghentikan reli pada hari sebelumnya di Wall Street, dan harga emas memantul dari penurunan tajam menuju USD 1.800 di sesi sebelumnya.

Dikutip dari CNBC, Kamis (26/11/2020), harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD 1,810.41 per ounce, sehari setelah mencapai level terendah sejak 17 Juli di USD 1,800.01. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,3 persen menjadi USD 1.809,10.best profit

Indeks saham S&P 500 dan Dow turun di tengah tanda-tanda perlambatan dalam pemulihan pasar tenaga kerja. Pada perdagangan Selasa, Wall Street menguat ke rekor karena kemajuan dalam vaksin Covid-19 dan transisi Gedung Putih yang mulus mendukung taruhan pada pemulihan ekonomi yang lebih cepat.

Data pengangguran mendukung harga emas “hanya dengan anggapan bahwa kita masih memiliki masa yang sangat kelam di depan sebelum kita melewati pandemi ini,” kata Analis Senior Kitco Metals Jim Wyckoff.

Dolar yang lemah juga mendorong harga emas dengan membuatnya lebih murah bagi mereka yang memegang mata uang lain. best profit

Penurunan dolar “bersama dengan dukungan teknis (untuk harga emas mendekati USD 1.800), meyakinkan beberapa orang untuk mungkin berhenti menjual dan memperoleh beberapa posisi lagi,” kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities.

“Enam bulan ke depan akan sangat sulit; kita akan mengalami pertumbuhan yang jauh di bawah potensialnya, dan pemerintah serta bank sentral harus menambah stimulus secara signifikan untuk memastikan kita tidak mendapatkan transformasi gelombang kedua menjadi kinerja ekonomi yang buruk dalam periode yang lama,” tambah Melek.

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak menghasilkan, yang telah meningkat lebih dari 19 persen tahun ini, diuntungkan dari statusnya emas sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Selain harga emas, harga perak naik 0,5 persen menjadi USD 23,37 per ounce. Harga platinum naik tipis 0,6 persen menjadi USD 966,59 dan paladium turun 0,5 persen menjadi USD 2,336,97. best profit

Sumber : Liputan6

Best Profit | Harga Emas Turun Lagi Menanti Kepastian The Fed

Best Profit (23/9) – Harga emas turun untuk sesi kedua berturut-turut pada hari Selasa karena dolar naik mendekati puncak dua bulan. Di sisi lain investor mengawasi dengan cermat pernyataan dari pejabat Federal Reserve AS tentang keadaan ekonomi.

Jalan ke depan untuk ekonomi tetap tidak pasti dan bank sentral AS akan berbuat lebih banyak jika diperlukan, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan kepada panel kongres pada hari Selasa.

Secara terpisah, Presiden Federal Reserve Chicago Charles Evans mengatakan ekonomi AS berisiko resesi, jika Kongres AS gagal meloloskan paket fiskal.

Dikutip dari CNBC, Rabu (23/9/2020), harga emas di psar spot turun 0,4 persen menjadi USD 1,904.34 per ounce, membalikkan kenaikan sebelumnya. Emas berjangka AS turun 0,2 persen pada 1.907,60 per ounce. best profit

Aksi jual tajam di seluruh kelas aset pada hari Senin menyeret emas turun ke level terendah sejak 12 Agustus, di USD 1.882,70.

“Ketika kita melihat emas dan ekuitas turun pada saat bersamaan, investor membutuhkan uang tunai. Logam mulia selalu menjadi sumber yang baik untuk menghasilkan uang. Itu adalah faktor kemarin, tetapi hari ini kami pikir sebagian besar dolar dan teknis,” kata Chris Gaffney, presiden pasar dunia di TIAA Bank.

“Dolar mempertahankan kekuatannya dan pada dasarnya itu membebani harga emas,” tambahnya. best profit

Dolar mencapai level tertinggi sejak akhir Juli terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, dengan kurangnya kemajuan Washington dalam mencapai kesepakatan stimulus fiskal.

Harapannya adalah bahwa lewatnya Hakim Ruth Bader Ginsburg akan menciptakan perpecahan tambahan antara Demokrat dan Republik, yang akan mengarah pada kemungkinan yang lebih kecil dari rencana stimulus yang diajukan, kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Meningkatnya kasus virus corona telah membayangi harapan pemulihan ekonomi yang cepat dan mendorong bank sentral untuk melonggarkan sikap moneter mereka, membantu harga emas naik sekitar 25 persen sepanjang tahun ini.

Tapi, harga emas telah mengupas keuntungan sejak mencapai rekor puncak pada Agustus karena Kongres AS selama berminggu-minggu tetap menemui jalan buntu mengenai ukuran dan bentuk RUU tanggapan virus korona berikutnya. best profit

Harga emas baru-baru ini sangat bergantung pada pasar saham. Dengan keadaan seperti itu, analis dengan hati-hati mengamati potensi pergerakan uang tunai jika ada aksi jual di pasar utama.

Harga emas terus diperdagangkan di tengah kisaran USD 1.900- USD 2.000 per ons. Pada Jumat (18/9/2020) pekan lalu, emas berjangka Comex Desember diperdagangkan pada USD 1.958, naik 0,46 persen pada hari itu.

“Salah satu katalis utama dari pasar logam sampai kita mendekati pemilihan adalah pasar ekuitas,” kata direktur perdagangan global Kitco Metals Peter Hug seperti dikutip dari laman Kitco, Senin (21/9/2020).

Valuasi di ruang ekuitas sangat memprihatinkan mengingat perekonomian masih dalam tahap awal pemulihan. “Jika pasar ekuitas terpukul dan menjual, itu akan menjadi negatif bagi kompleks industri – palladium, platinum, perak, dan akan menyeret emas turun bersamanya,” jelas Hug.

“Selama harga emas bisa bertahan di USD 1.925, saya yakin logam akan naik ke pemilihan dengan peringatan bahwa pasar ekuitas tidak mengambil lebih dari 5 persen hit,” imbuh dia. best profit

Kepala strategi global TD Securities, Bart Melek memperkirakan emas akan naik pada pekan ini dengan kisaran harga di USD 1.960 per ounce pada sisi atas dan USD 1.933-1935 pada sisi bawah.

Sebagai catatan, saat pasar mulai mendekati pemilu AS pada November mendatang, volatilitas di pasar saham dan juga ruang logam mulia akan meningkat. Pedagang mungkin takut akan ketidakpastian dan menunggu sampai hasil pemilihan jelas.

“Kami semakin terpuruk dalam musim politik di AS yang semakin jelas. Kami mendapatkan komentar yang sangat agresif dari Presiden, Demokrat, kami melihat retorika agresif tentang China dan kebijakan pajak. Itu akan menciptakan semacam jumlah yang signifikan volatilitas. Pasar mungkin khawatir tentang pernyataan tertentu,” kata Melek.

“Ketidakpastian politik cenderung menguntungkan emas. Tetapi jika kita mengalami krisis likuiditas penuh, itu tidak akan baik untuk apa pun. Orang akan kembali ke uang tunai,” sambung Melek.

Di sisi lain, Analis di bidang emas juga mengamati meningkatnya kasus covid-19 yang mengkhawatirkan di Eropa, dapat berdampak signifikan pada pemulihan ekonomi dan pasar saham. Namun, sebagian besar belum yakin bahwa kenaikan kasus akan menyebabkan penutupan yang signifikan seperti di bulan Maret lalu.

“Kami menduga bahwa penurunan ekuitas global selama beberapa hari terakhir akan berumur pendek kecuali kenaikan kasus baru mulai membebani ekonomi lagi,” kata ekonom Capital Economics, Jessica Hinds. best profit

Sumber : Liputan6

Best Profit | Harga Emas Terkikis Pupusnya Harapan Stimulus dari The Fed

Best Profit (18/9) – Harga emas jatuh ke level terendah dalam lebih dari seminggu, usai Federal Reserve AS memupus harapan investor tentang lebih banyak kucuran stimulus untuk mendukung ekonomi yang dilanda virus Corona.

Melansir laman CNBC, Jumat (18/9/2020), harga emas di pasar spot turun 0,8 persen menjadi USD 1.943,87 per ounce, setelah jatuh ke level terendah sejak 9 September di USD 1.932,36. Adapun emas berjangka AS turun 1,1 persen menjadi USD 1.949,90.

“Terlepas dari kenyataan bahwa Fed cukup dovish, tampaknya untuk pasar emas itu tidak cukup dovish,” kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

Dia menuturkan, ada kekhawatiran bahwa dengan tidak ada lagi Pelonggaran Kuantitatif, mungkin ada sedikit momentum untuk harga emas. best profit

The Fed berjanji untuk mempertahankan suku bunga mendekati level nol sampai inflasi berada di jalur untuk “secara moderat melebihi” target inflasi 2 persen “untuk beberapa waktu”.

Harga emas telah naik 28 persen sepanjang tahun ini, dibantu suku bunga yang mendekati nol secara global dan permintaan untuk lindung nilai terhadap inflasi yang dirasakan.

Namun, Bank Sentral AS juga menyatakan bahwa pihaknya mengharapkan pemulihan ekonomi yang lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, dengan pengangguran turun lebih cepat dari yang diharapkan pada Juni.

“Banyak yang mengharapkan kejelasan lebih lanjut tentang bagaimana Fed berencana untuk memicu inflasi dalam beberapa bulan mendatang,” ujar Analis Senior Kitco Metals Jim Wyckoff dalam sebuah catatan. best profit

Wyckoff menambahkan bahwa meskipun terlihat ada tekanan jual dalam emas dan perak, situasi seperti itu juga telah mengundang kenaikan logam untuk turun tangan dan membeli penurunan untuk menjaga tren naik harga secara keseluruhan tetap hidup dalam emas dan perak.

Sementara itu, klaim pengangguran baru AS tetap bertengger di level yang lebih tinggi minggu lalu menunjukkan pemulihan pasar tenaga kerja yang terhenti.

Di tempat lain, harga perak turun 1,4 persen menjadi USD 26,85 per ounce, platinum turun 3,5 persen menjadi USD 934,70 per ounce, dan paladium turun 3 persen menjadi USD 2.327.51

Harga emas di pasar spot tercatat naik tipis 0,1 persen menjadi USD 1,958.29 per ounce, setelah mencapai level tertinggi sejak 2 September di USD 1,973.16. Sementara, harga emas berjangka AS tercatat naik 0,1 persen menjadi USD 1.968,20. best profit

Meski masih naik, harga emas diprediksi bisa terjun bebas bahkan hingga level USD 1.794 per ounce di kuartal IV 2020. Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menyatakan, hal ini dapat terjadi karena indeks dollar yang menguat.

“(Hal ini) dipengaruhi optimisme Federal Reserve Amerika Serikat (AS) atas kebijakannya menurunkan suku bunga hingga 2023 ketika pasar tenaga kerja mencapai “lapangan kerja maksimum” dan inflasi berada di jalur untuk “melebihi” target inflasi 2 persen,” ujar Ibrahim saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (17/9/2020).

Lalu, perkiraan pertumbuhan ekonomi yang lebih positif dan pernyataan Presiden AS Donald Trump soal vaksin juga mendorong indeks dollar menguat.

Wacana Partai Komunis China yang menyatakan siap perang dengan AS dan ASEAN serta ketegangan Turki dan Yunani atas Laut Mediterania, kata Ibrahim, sebenarnya menggoyang harga emas untuk bisa naik. best profit

“Tetapi rupanya pasar (tidak) mengindahkan informasi geopolitik tersebut karena itu baru berupa wacana dan di Cina sendiri baru Partai Komunis, bukan presiden Cinanya,” kata Ibrahim.

Oleh karenanya, harga emas diproyeksi bakal anjlok. “Peluang harga emas internasional terjun bebas ke USD 1.919, USD 1.860 dan USD 1.794 sangat besar sekali. Angka tersebut sesuai dengan data teknikal (W1) di metatrader,” jelasnya.

Kata Ibrahim, bulan September ini emas berpeluang turun ke angka USD 1.919 per ounce, kemudian merosot ke USD 1.860 hingga USD 1.794 di kuartal IV.

“Oleh karenanya, ini saat yang tepat agar menjual sekarang, karena ada harapan akan di bawah Rp 1 juta (per gram). Jangan sampai menyimpan emas terlalu lama,” saran Ibrahim. best profit

Sumber : Liputan6

Best Profit | The Fed Tahan Suku Bunga, Dow Jones Menguat Tipis

Best Profit (17/9) – Dow Jones Industrial Average menguat tipis pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta) setelah Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) mengindikasikan akan mempertahankan suku bunga lebih rendah selama beberapa tahun ke depan. Namun, S&P 500 melemah karena saham perusahaan teknologi besar menurun.

Dikutip dari CNBC, Kamis (17/9/2020), Dow Jones ditutup naik 36,78 poin atau 0,1 persen ke level 28.032,38. Sementara itu, S&P 500 turun 0,5 persen menjadi 3.385,49. Nasdaq Composite turun 1,3 persen menjadi 11.050,47. Baik Dow dan S&P 500 mencapai level tertinggi setelah pengumuman The Fed dirilis.

Saham Apple turun hampir 3 persen. Facebook mengakhiri hari dengan turun 3,3 persen dan Amazon turun 2,5 persen. Netflix juga turun lebih dari 2 persen. Alphabet dan Microsoft masing-masing ditutup turun 1 persen. Kenaikan 1,4 persen di Goldman Sachs membantu Dow ditutup positif untuk sesi tersebut. best profit

Anggota komite pembuat kebijakan Fed mengindikasikan suku bunga dapat tetap mendekati nol hingga 2023 untuk mencapai sasaran inflasi 2 persen.

“Dengan inflasi yang terus berjalan di bawah tujuan jangka panjang ini, Komite akan bertujuan untuk mencapai inflasi secara moderat di atas 2 persen untuk beberapa waktu sehingga inflasi rata-rata 2 persen dari waktu ke waktu,” kata Komite Pasar Terbuka Federal dalam sebuah pernyataan.

Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan kebijakan moneter yang mudah akan tetap berlaku. best profit

“Berkenaan dengan suku bunga, kami sekarang menunjukkan bahwa kami berharap akan tepat untuk mempertahankan kisaran target nol hingga 0,25 persen saat ini untuk suku bunga dana federal sampai kondisi pasar tenaga kerja telah mencapai tingkat yang konsisten dengan penilaian komite tentang pekerjaan maksimum dan inflasi telah meningkat hingga 2 persen dan berada di jalur yang cukup melebihi 2 persen untuk beberapa waktu,” jelas dia.

Powell mengatakan bidang ekonomi tertentu akan terus berjuang tanpa bantuan fiskal lebih lanjut. Komentar itu muncul setelah kepala staf Gedung Putih Mark Meadows mengatakan dia optimis tentang Demokrat dan Republik mencapai kesepakatan stimulus virus corona. Presiden Donald Trump juga mengisyaratkan dalam sebuah tweet bahwa dia akan mendukung paket yang lebih besar.

Partai Republik dan Demokrat telah berjuang untuk mencapai kesepakatan tentang stimulus lebih lanjut, mengurangi harapan kesepakatan yang dicapai sebelum pemilihan presiden AS pada November mendatang. best profit

Sumber : Liputan6

Best Profit | Wall Street Menguat Tipis Menanti Putusan Suku Bunga The Fed

Best Profit (29/7) – Bursa saham AS sedikit berubah dalam perdagangan semalam pada hari Selasa karena investor menunggu sidang kongres tentang antitrust di Big Tech serta keputusan kebijakan terbaru Federal Reserve.

Dikutip dari CNBC, Rabu (29/7/2020), Futures pada Dow Jones Industrial Average naik hanya 10 poin. S&P 500 futures datar dan Nasdaq 100 futures naik 0,2 persen.

Minggu tersibuk dari pendapatan perusahaan bergulir setelah bel pada hari Selasa. Starbucks mengalami kerugian selama kuartal ketiga fiskal, tetapi rantai kopi terbesar di dunia menaikkan perkiraan untuk kuartal saat ini, mengirimkan saham naik lebih dari 5 persen dalam perdagangan. best profit

Saham Advanced Micro Devices melonjak lebih dari 9 persen setelah pembuat chip itu membukukan pendapatan kuartalan yang lebih baik dari perkiraan dan mengeluarkan panduan optimis untuk tahun ini.

Investor akan menilai lebih banyak hasil dari Boeing, General Motors dan General Electric sebelum penutupan Rabu. Sementara Qualcomm dan PayPal adalah di antara perusahaan yang melaporkan setelah penutupan Rabu. best profit

Kepala eksekutif Amazon, Apple, Facebook dan Google-parent Alphabet akan bersaksi di hadapan Subkomite House Antitrust pada Rabu siang setelah penyelidikan selama setahun ke dalam praktik anti-persaingan mereka.

Investor akan mencari wawasan tentang bagaimana Big Tech menangani tantangan antitrust dari regulator dengan wewenang untuk memecahnya.

Sementara itu, Federal Reserve akan menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari pada hari Rabu dan akan merilis pernyataan pada pukul 2 malam. Ketua Jerome Powell akan mengadakan konferensi pers pada pukul 2.30 malam. best profit

Bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah mendekati nol untuk mendukung ekonomi yang masih berjuang dengan pandemi coronavirus. Pada hari Selasa, The Fed mengumumkan akan memperpanjang program pinjaman darurat hingga sisa tahun 2020.

“Pasar terus mengharapkan kebijakan ultra-akomodatif dari The Fed, dan The Fed tidak mungkin mengecewakan pada pertemuan ini,” kata Bill Callahan, ahli strategi investasi di Schroders, dalam email.

“Mengingat bahwa kita masih berada di tengah-tengah pandemi, satu-satunya pertanyaan bagi investor adalah seberapa dovish the Fed nantinya,” tambahnya. best profit

Sumber : Liputan6