Best Profit | Wall Street Melambung Setelah Kekhawatiran Omicron Mereda

 


Best Profit (24/12) – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Kamis, 23 Desember 2021. Wall street naik dalam tiga hari seiring investor mengabaikan kekhawatiran sebelumnya terkait penyebaran varian COVID-19, omicron.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones bertambah 196,67 poin atau 0,55 persen menjadi 35.950,56. Indeks S&P 500 menguat 0,62 persen menjadi 4.725,79. Indeks Nasdaq bertambah 0,85 persen menjadi 15.653,37.

Rata-rata indeks acuan di wall street menguat pada perdagangan Kamis pekan ini meski volume ringan. Saham bank menguat diikuti saham teknologi Microsoft dan Nvidia. best profit

“Sebagian besar reli pasar saham minggu ini disebabkan oleh ketakutan yang berlebihan pekan lalu dan bernafas lega, aksi jual berhenti,” ujar Chief Investment Strategist Leuthold Group, Jim Paulsen dilansir dari CNBC, Jumat (24/12/2021).

Ia menambahkan, begitu pasar saham berubah menguat, investor tak ingin ketinggalan reli santa telah mengambil alih.

Sentimen lain yang membantu dongkrak wall street yaitu studi baru yang menunjukkan Omicron memiliki risiko rawat inap yang lebih rendah dari varian COVID-19 lainnya. best profit

Food and Drug Administration memberikan otorisasi penggunaan darurat untuk pil COVID-19 Pfizer, obat antivirus oral pertama yang melawan virus. FDA juga mengesahkan pil antivirus Merck untuk COVID-19 pada Kamis pekan ini.

Rata-rata indeks acuan menguat pada pekan ini. Sejak Senin, indeks Dow Jones naik 1,6 persen. Indeks S&P 500 melonjak 2,3 persen dan indeks Nasdaq menguat hampir 3,2 persen. Adapun bursa saham Amerika Serikat atau wall street tutup untuk liburan Natal. best profit

Di sisi lain, saham berkaitan dengan pembukaan kembali ekonomi antara lain maskapai dan jalur pelayaran mencatat kenaikan terbesar pada pekan ini. Saham Carnival Corp naik hampir 16 persen. Saham Hildon Worldwide menguat sekitar 9,8 persen pada pekan ini.

Kenaikan bursa saham AS yang dimulai Selasa diikuti penurunan dalam tiga hari yang didorong kekhawatiran tentang kecepatan penyebaran varian COVID-19, omicron. Itu adalah penurunan terburuk untuk S&P 500 sejak September. Sedang indeks Nasdaq alami penurunan terburuk sejak Mei.

Data ekonomi yang keluar pada Kamis pagi waktu setempat menunjukkan ekonomi yang kuat dengan kenaikan tenaga kerja dan tren pengeluaran. Namun, inflasi pada tingkat yang tidak nyaman. best profit

Sumber : Liputan6

source http://www.bestprofitmalang.com/2021/12/best-profit-wall-street-melambung.html

Best Profit | Wall Street Reli dalam Dua Hari, Investor Abaikan Ancaman Omicron

 


Best Profit (23/12) – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melanjutkan reli untuk hari kedua pada Kamis (23/12/2021). Wall street menguat setelah turun dalam tiga hari berturut-turut didorong kekhawatiran tentang varian omicron.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones naik 261,19 poin atau 0,7 persen menjadi 35.753,89. Kenaikan indeks Dow Jones di wall street tersebut membawa reli dalam dua hari sebanyak lebih dari 800 poin. Indeks S&P 500 menguat 1 persen menjadi 4.696,56. Indeks Nasdaq bertambah 1,2 persen menjadi 15.521,89.

Saham Caterpillar naik 1,9 persen setelah Bernstein dongkrak rekomendasi saham. Perseroan mengatakan akan mendapatkan manfaat dari kenaikan pertumbuhan global. best profit

Saham Tesla melonjak 7,4 persen. Saham Tesla menguat, setelah Elon Musk dalam podcast menyebutkan telah mencapai tujuan untuk menjual 10 persen sahamnya karena alasan pajak.

The Food and Drug Administration memberikan otorisasi penggunaan darurat untuk pil COVID-19 dari Pfizer. Ini obat antivirus pertama melawan virus untuk penggunaan di rumah. Saham Pfizer naik sekitar 1 persen.

“Untuk pertama kalinya sejak Thanksgiving, pasar tampaknya akan menjadi tenang karena aktivitas perdagangan mereda menjelang liburan Natal,” ujar Direktur Pelaksana Goldman Sachs, Chris Hussey dilansir dari CNBC, Kamis (23/12/2021).

Ia mengatakan, tiga hambatan dari meningkatnya kasus COVID-19, bank sentral AS atau the Federal Reserve yang lebih hawkish, dan stimulus fiskal yang sulit dipahami diserap dalam harga aset berisiko. best profit

Berdasarkan Bespoke Investment Group, Desember menjadi bulan paling tenang untuk pasar, sejauh ini menjadi bulan paling bergejolak pada 2021. Perusahaan melihat rata-rata perubahan harian absolut rata-rata indeks S&P 500 sejak 1953.

Indeks volatilitas Cboe yang mengukur kekhawatiran pasar di wall street melonjak di atas 35 pada awal bulan ini. Indeks tersebut telah diperdagangkan di sekitar ambang batas 20.

Selain itu, investor telah bergulat dengan ketakutan varian Omicron COVID-19 yang menyebar cepat, melonjaknya inflasi dan hadapi akhir dari pelonggaran kebijakan moneter. best profit

Rata-rata tiga indeks acuan utama melonjak pada perdagangan Selasa, 21 Desember 2021 setelah berhari-hari turun karena ketakutan omicron.

Indeks Dow Jones naik 1,6 persen. Indeks S&P 500 menguat 1,8 persen dan indeks Nasdaq bertambah 2,4 persen.

Indeks S&P 500 menghentikan penurunan beruntun dalam tiga hari yang membuat indeks acuan melemah lebih dari tiga persen, penurunan terburuk sejak September. Indeks Nasdaq merosot hampir empat persen dalam tiga hari hingga Senin.

“Aliran berita negatif dalam waktu dekat karena gelombang omicron menyebabkan dislokasi pendapatan ekonomi dan perusahaan, tetapi investor semakin bullish melihat ke luar beberapa minggu ke depan,” ujar Pendiri Vital Knowledge, Adam Crisafulli. best profit

Sumber : Liputan6

source http://www.bestprofitmalang.com/2021/12/best-profit-wall-street-reli-dalam-dua.html

Best Profit | Wall Street Perkasa, Indeks Dow Jones Melonjak 1,6 Persen

 


Best Profit (22/12) – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan Selasa, 21 Desember 2021 setelah penurunan tiga hari di tengah kekhawatiran varian COVID-19, omicron yang menyebar cepat.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones naik 560,54 poin atau 1,6 persen menjadi 35.492,70. Kenaikan indeks Dow Jones didorong saham Nike dan Boeing.

Indeks S&P 500 bertambah hampir 1,8 persen menjadi 4.649,23 didorong sembilan sektor saham yang melonjak. Indeks Nasdaq menguat 2,4 persen menjadi 15.341,09. Indeks Russell 2000 mendaki 2,9 persen, dan catat performa terbaik sejak 20 Juli 2021. best profit

Saham maskapai, pelayaran dan berkaitan dengan hiburan menguat. Saham Delta Air Lines naik 5,9 persen, saham United Airlines bertambah hampir 6,9 persen, dan Karnaval menanjak 8,7 persen. Saham Las Vegas Sands melonjak 8,4 persen dan saham Boeing terbang 5,8 persen.

Saat pidato pada Selasa, 21 Desember 2021, Presiden AS Joe Biden mengatakan, individu yang mendapatkan suntikan booster sangat terlindungi. Ia mendorong masyarakat AS untuk mendapatkan dosis ekstranya. Joe Biden menegaskan, AS tidak akan kembali ke Maret 2020 saat awal puncak wabah COVID-19 sehingge menerapkan lockdown.

Biden menuturkan, pihaknya akan mengerahkan 1.000 personel medis dari militer untuk mendukung rumah sakit jika menghadapi gelombang pasien Omicron pada Januari dan Februari.

Gedung Putih juga membeli 500 juta tes COVID-19 di rumah yang dapat dipesan masyarakat AS gratis melalui situs mulai 2022. best profit

Saham kembali menguat dari penurunan beruntun tiga hari yang didorong lonjakan omicron yang sumbang 73 persen dari infeksi baru di AS pekan lalu. Indeks S&P 500 mencatat penurunan selama tiga hari, terburuk sejak September 2021 yang terjadi pada Senin, 21 Desember 2021.

“Pasar tampaknya bereaksi terhadap posisi jenuh jual jangka pendek,” ujar Principal Granite Investment Advisors, Timothy Lesko, dilansir dari CNBC, Rabu (22/12/2021).

Ia menambahkan, omicron dan efeknya tidak diketahui menciptakan volatilitas yang signifikan. “Obligasi sudah jenuh beli, saham jenuh jual dan sekarang kami mencari jawaban,” kata dia.

Lesko menuturkan, jika penyakit yang disebabkan oleh omicron tetap ringan dan menjadi perdebatan, pasar dapat melihat reli. best profit

Lonjakan omicron telah membuat investor tetap waspada dengan varian yang sekarang ditemukan setidaknya di 43 negara bagian Amerika Serikat dan 90 negara. Pejabat WHO mengatakan, omicron lebih menular ketimbang varian COVID-19 sebelumnya.

Selain itu, investor juga menilai prospek agenda ekonomi Biden. Senat akan memberikan suara pada jarring pengaman sosial Biden dan RUU Kebijakan Iklim pada Januari meski Senator Demokrat Joe Manchin menentangnya.

“TIdak jelas apakah Demokrat akan mencoba meloloskan RUU lebih kecil yang hanya mencakup sebagian dari paket lengkap,” demikian mengutip CNBC. best profit

“Saat kita memasuki minggu liburan yang dipersingkat di tengah melonjaknya kasus omicron, tekanan rantai pasokan yang berkelanjutan dan kegagalan rencana Build Back Better, peningkatan volatilitas dan volume perdagangan yang lebih tipis dapat menyebabkan pasar bereaksi berlebihan yang bisa menjadi peluang beli dalam jangka waktu dekat hingga Natal,” ujar Nationwide’s Chief of Investment Research, Mark Hackett.

Di sisi lain, saham Micron melonjak lebih dari 10 persen setelah produsen chip memori itu membukukan pendapatan jauh lebih baik dari yang diharapkan untuk kuartal sebelumnya dan memberikan panduan bullish. Saham NXP Semiconductors naik 3 persen dan Advance Micro Devices bertambah 6,2 persen.

Saham Nike naik 6,1 persen setelah produsen sepatu tersebut melaporkan pendapatan dan penjualan kuartalan yang melebihi harapan meski ada tekanan rantai pasokan yang berkelanjutan. Saham GAP, Dick’s, Sporting Goods, dan Macy’s juga menguat.

Imbal hasil obligasi 10 tahun naik hampir 1,5 persen setelah kekhawatiran tentang omicron memperlambat pemulihan ekonomi. Imbal hasil obligasi sempat turun ke posisi 1,36 persen pada pekan lalu.

Sementara itu, harga minyak menguat ke posisi USD 71,12. Hal tersebut mendorong saham energi naik antara lain saham Devon Energy, ConocoPhilips, dan Chevron. best profit

Sumber : Liputan6

source http://www.bestprofitmalang.com/2021/12/best-profit-wall-street-perkasa-indeks.html

Best Profit | Wall Street Anjlok Tersengat Kekhawatiran Dampak Omicron

 


Best Profit (21/12) – Bursa saham Amerika Serikat atau wall street melemah pada perdagangan Senin, 20 Desember 2021 seiring investor bergulat dengan kebangkitan kasus COVID-19. Kenaikan kasus COVID-19 tersebut dipicu varian baru Omicron.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones merosot 433,28 poin ke posisi 34.932,16. Indeks Dow Jones melemah didorong saham Boeing, Goldman Sachs, dan Amerika Express.

Indeks S&P 500 tergelincir 1,1 persen menjadi 4.568,02. Indeks Nasdaq tergelincir 1,2 persen menjadi 14.980,94. Indeks Russell 2000 tersungkur hampir 1,6 persen. best profit

Indeks S&P 500 turun 3,01 persen dalam tiga hari terakhir. Pada perdagangan 20 Desember merupakan penurunan terburuk dalam tiga hari sejak September 2021. Indeks Nasdaq anjlok 3,76 persen dalam tiga hari, dan alami penurunan terburuk sejak Mei 2021.

Varian omicron mengambuk di seluruh dunia saat musim liburan dan mendekati musim dingin. Kasus di AS melonjak dengan lebih dari 156.000 dilaporkan pada Jumat, 17 Desember 2021, berdasarkan data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Strain telah ditemukan melalui pengujian di 43 dari 50 negara bagian AS dan sekitar 90 negara. WHO menyebutkan, dalam penularan komunitas, jumlah kasus berlipat ganda dalam 1,5 hingga 3 hari di daerah. best profit

Di sisi lain, saham Caterpillar, Boeing dan General Electric melemah pada awal pekan ini. Saham produsen Boeing susut 2,2 persen, saham Caterpillar dan General Electric masing-masing turun 2,9 persen dan 1,5 persen.

Saham yang berkaitan dengan pembukaan kembali ekonomi mencatatkan penurunan terbesar. Saham Las Vegas Sands turun 3,6 persen, Alaska Air Group tergelincir 1,4 persen dan Soutwest melemah 0,7 persen. Saham Darden Restaurants tersungkur 1,3 persen.

Saham energi juga melemah seiring harga minyak AS yang merosot. Saham Devon Energy turun 2,4 persen dan Exxon Mobil tergelincir 1,5 persen.

Sektor saham keuangan berada di zona merah. Saham Goldman Sachs susut 2,6 persen dan Wells Fargo merosot hampir 2,3 persen. Saham JP Morgan dan Bank of America juga turun masing-masing 1,8 persen dan 1,6 persen.

Pasar yang merosot mencerminkan meningkatnya ketidakpastian seputar apakah lonjakan omicron akan membawa penutupan ekonomi baru yang meluas. best profit

“Selain itu, ada hal tak terduga dari stimulus fiskal tambahan dari rencana Build Back Presiden AS Joe Biden, dan pergerakan indeks S&P 500 selama rata-rata 50 hari,” ujar Chief Investment Strategist Leuthold Group dilansir dari CNBC, Selasa (21/12/2021).

Senator dari Partai Demokrat, Joe Manchin menuturkan pihaknya tidak akan mendukung rencana pemerintahan Biden “Build Back Better”. Keputusan Machin akan menjegal biaya pengeluaran sosial USD 1,75 triliun dan biaya kebijakan iklim.

Pada saat bersamaan Goldman Sachs memangkas perkiraan produk domestik bruto (PDB) kuartal I 2022 menjadi dua persen dari tiga persen. Goldman Sachs juga memangkas perkiraan pertumbuhan kuartal II dan III. best profit

“Mengingat komentar Machin, peluangnya jelas menurun dan kami akan hapus asumsi dari perkiraan kami,” tulis ekonom Goldman Sachs Jan Hatzius.

Ia prediksi, dengan indeks harga konsumen (IHK) utama mencapai tujuh persen dalam beberapa bulan ke depan. “Manchin dan lainnya kemungkinan akan bertahan membuat perjalanan lebih sulit,” kata dia.

Sementara itu, sejumlah saham teknologi melemah. Kecuali saham Netflix yang naik hampir 1,2 persen. Beberapa investor berharap reli sinterklas pada akhir tahun yang menyerukan kinerja pasar yang positif dalam lima hari perdagangan terakhir pada 2021, dan dua hari perdagangan pertama pada Januari.

“Di satu sisi, pasar oversold. Namun mentalitas beli saat penurunan yang agresif, terbukti sangat menguntungkan selama 1,5 tahun terakhir, terutama di berbagai sudut pasar yang tinggi ditanggung oleh gelombang pasang stimulus yang sekarang sedang surut,” kata Pendiri Vital Knowledge, Adam Crisafulli. best profit

Sumber : Liputan6

source http://www.bestprofitmalang.com/2021/12/best-profit-wall-street-anjlok.html

Best Profit | Harga Emas Diprediksi Tetap Perkasa, Tak Takut Kenaikan Bunga The Fed

 


Best Profit (20/12) – Harga emas diperkirakan masih melanjutkan penguatan pada pekan ini. Harga emas masih akan di atas level psikologis USD 1.800 per ounce pada perdagangan pekan ini.

Harga emas masih akan perkasa meskipun Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) mengisyaratkan untuk menaikkan suku bunga di 2022. Bahkan isyarat yang diberikan kenaikan bunga akan dilakukan tiga kali.

Namun memang, beberapa analis melihat bahwa kenaikan harga emas akan sedikit terganjal. Hal ini karena beberapa pelaku pasar akan melakukan aksi ambil untung sebelum menghadapi tantangan kenaikan suku bunga riil di tahun depan. best profit

Analis senior DailyFX.com Chris Vecchio mengatakan, dolar AS yang lebih lemah dan imbal hasil obligasi riil yang sedikit lebih rendah membantu mendorong harga emas lebih tinggi.

Namun, dia menambahkan bahwa kecuali emas dapat menembus di atas USD 1.835 per ounce, dia melihat masih besar peluang aksi jual.

“Saat ini, karena The Fed bertindak untuk menekan inflasi, setidaknya berbicara seperti yang akan mereka lakukan. Itu berarti imbal hasil riil mungkin telah mencapai titik terendah dalam waktu dekat. istilah, dan itu adalah angin besar untuk emas,” katanya dikutip dari Kitco, Senin (20/12/2021). best profit

Analis lain Darin Newsom yang adalah presiden Darin Newsom Analysis mengatakan bahwa meskipun Federal Reserve lebih hawkish, dolar AS tidak akan lebih tinggi lagi.

“Harga mungkin akan naik, tetapi secara bertahap. Melihat grafik, dolar AS telah mencapai puncaknya untuk saat ini dan akan memberi emas ruang bernafas untuk bergerak lebih tinggi,” kata Newsom.

Minggu ini 16 analis Wall Street berpartisipasi dalam survei emas Kitco News. Di antara peserta, 11 analis, atau 69 persen menyerukan harga emas naik minggu ini. best profit

Pada saat yang sama, dua analis, atau 13 persen memperkirakan bearish pada emas dalam waktu dekat dan tiga analis atau 19 persen netral.

Sementara itu, total 1.027 suara diberikan dalam jajak pendapat Main Street online. Dari jumlah tersebut, 593 responden atau 58 persen berharap harga emas naik minggu ini. best profit

Sedangkan 263 lainnya atau 26 persen mengatakan lebih rendah sementara 171 pemilih atau 17 persen netral.

Sentimen bullish pada harga emas datang karena pada minggu lalu naik lebih dari 1 persen. Beberapa analis melihat bahwa harga emas akan mampu mempertahankan di level support di atas USD 1.750 per ounce menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve.

Kepala analsi SIA Wealth Management Colin Cieszynski mengatakan, emas diuntungkan dari meningkatnya sentimen penghindaran risiko di pasar keuangan dan meningkatnya ancaman inflasi. best profit

Sumber : Liputan6

source http://www.bestprofitmalang.com/2021/12/best-profit-harga-emas-diprediksi-tetap.html

Best Profit | Harga Emas Menguat Dipicu Kekecewaan Laporan Data PMI

 


Best Profit (17/12) – Pasar emas melihat beberapa momentum pembelian baru dipicu rilis laporan data ekonomi AS yang terus menunjukkan mengecewakan dan bisa mempengaruhi harga emas dunia. Seperti aktivitas yang melambat di sektor manufaktur dan jasa.

Melansir laman Kitco, Jumat (17/12/2021), harga emas dunia diperdagangkan mendekati sesi tertinggi menyusul data ekonomi terbaru. Emas berjangka Februari terakhir diperdagangkan pada posisi USD 1.793,10 per ounce, naik 1,61 persen.

IHS Markit melaporkan jika Indeks Manajer Pembelian manufaktur AS untuk Desember turun ke 57,8, dari November di 58,3. best profit

Ekonom sejatinya mengharapkan untuk melihat peningkatan aktivitas dengan indeks naik ke 58,6.

Laporan tersebut menyebutkan jika aktivitas di sektor manufaktur berada pada level terendah dalam satu tahun.

Kepala Ekonom Bisnis IHS Markit Chris Williamson, mengatakan jika meskipun angka utama mengecewakan, data masih menunjukkan ekonomi yang tangguh menghadapi ancaman baru dari pandemi COIVD-19.

“Pertumbuhan bisnis hanya sedikit tergelincir selama sebulan dan bertahan dengan baik di sektor jasa yang rentan,” jelas dia. best profit

Pertumbuhan output manufaktur dikatakan sedikit meningkat di tengah berkurangnya jumlah penundaan rantai pasokan, yang juga membantu mengurangi tekanan harga bahan mentah.

“Kecuali penurunan harga awal yang terlihat pada awal pandemi, Desember melihat penurunan paling tajam dalam inflasi harga input pabrik selama hampir satu dekade,”katanya.

Sementara itu, momentum di sektor jasa juga tampak melambat. Laporan tersebut mengatakan bahwa Flash PMI untuk sektor jasa turun ke pembacaan 57,5, turun dari pembacaan November di 58,0. Ekonom mengharapkan aktivitas meningkat ke 58,9. best profit

Laporan tersebut mengatakan bahwa sentimen di sektor jasa berada pada level terendah tiga bulan.

Meskipun tekanan harga di sektor manufaktur telah mereda, Williamson mengatakan bahwa sektor jasa masih menjadi perhatian yang berkembang.

“Kekhawatirannya adalah bahwa kenaikan pertumbuhan upah, biaya transportasi yang lebih besar, dan harga energi yang lebih tinggi telah mendorong inflasi biaya sektor jasa ke level tertinggi baru, dan bahwa setiap gangguan baru pada jalur pasokan global yang dihasilkan dari gelombang Omicron dapat menyebabkan tekanan kenaikan baru pada harga barang,” tambahnya. best profit

Sumber : Liputan6

source http://www.bestprofitmalang.com/2021/12/best-profit-harga-emas-menguat-dipicu.html

Best Profit | Harga Emas Anjlok, Imbas Pengurangan Stimulus The Fed Dipercepat

 


Best Profit (6/12) – Harga emas jatuh ke level terendah hari ini menyusul keputusan dari Federal Reserve, yang mengatakan akan mengurangi stimulus era pandemi lebih cepat dari yang diharapkan.

Dikutip dari CNBC, Kamis (16/12/2021), harga emas berjangka AS turun 0,5 persen.

The Fed diperkirakan akan mengumumkan bahwa mereka akan mempercepat akhir dari pembelian obligasinya dan memberi sinyal untuk beralih ke kenaikan suku bunga tahun depan sebagai penjagaan terhadap lonjakan inflasi.

Akan menarik untuk melihat apakah Ketua The Fed Jerome Powell memicu atau mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga, kata Commerzbank dalam sebuah catatan. best profit

Pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan biaya peluang emas batangan tanpa bunga.

Pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan biaya peluang emas batangan tanpa bunga.

“Ke depan, emas akan turun selama 12-24 bulan ke depan, dengan harga kemungkinan akan pulih dan stabil setelah siklus kenaikan Fed dimulai dengan sungguh-sungguh,” kata pemimpin strategi UBS Joni Teves dalam sebuah catatan. best profit

Perak akan mengikuti emas yang lebih rendah tahun depan, tambah Teves. Perak turun 1,2 persen menjadi USD 21,66 per ounce, platinum turun 1,8 persen menjadi USD 903,11, dan paladium turun 5 persen menjadi USD 1.540,19.

Di antara autocatalysts, platinum siap untuk keuntungan pada tahun 2022 karena kondisi pasokan-permintaan mengetat, sementara paladium bisa mendapatkan dorongan dari pemulihan dalam produksi mobil global, UBS menambahkan. best profit

“Ke depan, emas akan turun selama 12-24 bulan ke depan, dengan harga kemungkinan akan pulih dan stabil setelah siklus kenaikan Fed dimulai dengan sungguh-sungguh,” kata pemimpin strategi UBS Joni Teves dalam sebuah catatan.

Perak akan mengikuti emas yang lebih rendah tahun depan, tambah Teves. Perak turun 1,2 persen menjadi USD 21,66 per ounce, platinum turun 1,8 persen menjadi USD 903,11, dan paladium turun 5 persen menjadi USD 1.540,19.

Di antara autocatalysts, platinum siap untuk keuntungan pada tahun 2022 karena kondisi pasokan-permintaan mengetat, sementara paladium bisa mendapatkan dorongan dari pemulihan dalam produksi mobil global, UBS menambahkan. best profit

Sumber : Liputan6

source http://www.bestprofitmalang.com/2021/12/best-profit-harga-emas-anjlok-imbas.html

Best Profit | Harga Emas Dunia Beringsut Turun

 


Best Profit (15/12) – Harga emas dunia beringsut lebih rendah imbas penguatan Dolar AS menjelang pertemuan Federal Reserve. Investor terus mengawasi kabar terbaru tentang rencana Bank Sentral AS berencana untuk mengurangi langkah-langkah stimulus pandemi.

Melansir laman nasdaq, harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD 1,782.60 per ounce. Adapun emas berjangka AS turun 0,2 persen menjadi USD 1.784,60.

“Dolar AS yang kuat dan kenaikan suku bunga riil AS mendorong ekspektasi inflasi yang menurun, sebagaimana diukur dengan tingkat inflasi impas, adalah faktor yang menjaga emas di bawah USD 1.800/oz,” kata analis UBS Giovanni Staunovo. best profit

Dikatakan jika para pelaku pasar akan melacak rapat Komite Pasar Terbuka Federal mendatang untuk melihat bagaimana bank sentral bereaksi terhadap peningkatan inflasi, yang akan menghasilkan kemungkinan pergerakan harga yang lebih besar.

Tercatat jika Dolar AS tetap menguat, membatasi permintaan emas batangan untuk pembeli yang memegang mata uang lainnya.

Sementara itu, imbal hasil Treasury AS naik dari palung satu minggu yang disentuh di sesi sebelumnya, juga menekan emas. best profit

The Fed akan memulai pertemuan kebijakan moneter dua hari di kemudian hari. Diharapkan pada akhir pertemuan akan diumumkan bahwa mereka menyelesaikan stimulus pembelian obligasi lebih cepat dari yang dikomunikasikan sebelumnya. Hal ini berpotensi menyiapkan kenaikan suku bunga lebih awal tahun depan.

Pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga cenderung mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik, meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan, yang tidak dikenakan bunga. best profit

“Jika The Fed meningkatkan langkah untuk meruncing, ini kemungkinan akan menghukum harga emas karena dolar terapresiasi, imbal hasil naik dan ekspektasi kenaikan suku bunga melonjak. Sementara itu, support dapat ditemukan di USD 1.765 dan resistance di sekitar level psikologis USD 1.800,” tulis Analis FXTM Lukman Otunuga mengatakan dalam sebuah catatan.

Bank Sentral Eropa, Bank Inggris dan Bank Jepang juga dijadwalkan bertemu minggu ini.

Di sisi lain harga logam lainnya, perak diperdagangkan turun 0,4 persen menjadi USD 22,21 per ounce.

Sementara harga Platinum turun 0,2 persen menjadi USD 928,12, sedangkan paladium naik 0,3 persen menjadi USD 1.685,77. best profit

Sumber : Liputan6

source http://www.bestprofitmalang.com/2021/12/best-profit-harga-emas-dunia-beringsut.html

Best Profit | Harga Emas Naik Tipis, Investor Fokus ke Pertemuan The Fed

 


Best Profit (14/12) – Harga emas mulai merangkak naik pada perdagangan Senin karena investor mulai menyesuaikan posisi menjelang pertemuan Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (the Fed). Harga emas memang diperkirakan akan cerah pada pekan ini.

The Fed akan mengadakan pertemuan selama dua hari pada pekan ini yang dimulai para hari Rabu waktu setempat. Otoritas moneter ini diperkirakan akan memberikan sinyal mengenai percepatan tapering yang sebelumnya sempat disinggung oleh Ketua The Fed Jerome Powell di depan Senat AS.

Mengutip CNBC, Selasa (14/12/2021), harga emas di pasar Spot naik 0,2 persen ke level USD 1.786,19 per ons pada pukul 13.48 ET. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik 0,2 persen ke level USD 1.788,30 per ons. best profit

“Perdagangan hari ini cukup tenang karena pelaku pasar menunggu pertemuan FOMC untuk melihat apa yang bank sentral katakan tentang inflasi dan suku bunga,” kata analis senior RJO Futures, Bob Haberkorn.

“Fakta bahwa tidak ada yang mengharapkan pengumuman kenaikan suku bunga minggu ini oleh bank sentral memberikan dukungan untuk emas,” tambah dia. best profit

Haberkorn melihat, jika the Fed mengumumkan kenaikan suku bunga segera pada kuartal berikutnya, maka harga emas bisa naik lebih dari USD 1.800 per ons pada akhir tahun.

kepala analis pasar CMC Markets UK Michael Hewson mengatakan, dalam jangka pendek hingga menengah, harga emas tidak akan kemana-mana sampai mendapatkan gambaran utuh seberapa besar the Fed mempercepat tapering. best profit

“Dan apakah mereka sangat hawkish dalam pernyataan mereka,” kata Michael Hewson.

Selain The Fed, Bank Sentral Eropa, Bank of England, dan Bank of Japan dijadwalkan bertemu akhir pekan ini.

Commerzbank dalam sebuah catatan menuliskan bahwa harga emas mungkin melemah pada paruh pertama 2022 saat siklus kenaikan suku bunga dimulai. Commerzbank memperkirakan harga emas akan menembus USD 1.900 pada akhir 2022, sekitar USD 200 lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.

Prospek permintaan yang positif akan mengangkat perak menjadi USD 26 tahun depan, Commerzbank menambahkan. best profit

Sumber : Liputan6

source http://www.bestprofitmalang.com/2021/12/best-profit-harga-emas-naik-tipis.html

Best Profit | Analis dan Pelaku Pasar Yakin Harga Emas Bakal Melambung Pekan Ini

 


Best Profit (13/12) – Para analis dan pelaku pasar yakin bahwa harga emas di pekan ini tidak akan jatuh. keyakinan akan harga emas ini didasari bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) akan mempercepat proses tapering.

Megutip Kitco, Senin (13/12/2021), sebanyak 13 analis Wall Street berpartisipasi dalam survei yang dilakukan oleh Kitco. Dari jumlah tersebut sebanyak 46 persen menyatakan harga emas akan naik.

Namun jumlah analis yang menyatakan harga emas kemungkinan akan bergerak mendasar juga sama yaitu mencapai 46 persen. Sedangkan sisanya 8 persen mengatakan bahwa harga emas bakal turun. best profit

Di sisi lain atau pelaku pasar jauh lebih optimistis. Dari 1.039 investor ritel yang berpartisipasi, sebanyak 53,6 persen menyatakan bullish atau harga emas akan menguat pada minggu ini.

Sedangkan 23,9 persen investor menyatakan harga emas bakal bearish. Di luar itu, 22,5 persen memilih netral.

Pada pekan ini, analis dan pelaku pasar tengah meninggu pengumuman suku bunga Federal Reserve yang akan dirilis pada Rabu. best profit

Pelaku pasar sebagian besar memperkirakan bahwa tapering akan dipercepat. Perkiraan tersebut muncul setelah Ketua the Fed Jerome Powell di hadapan Senat AS menyatakan tengah mempertimbangkan menyelesaikan tapering lebih cepat.

Para pekan kemarin, harga emas berjangka mengakhiri minggu dengan mendatar dengan emas berjangka untuk pengiriman Februari berada di angka USD 1.784,30 per ounce.

Kepala analis Blue Line Futures Phillip Streible mengatakan, dirinya optimis bahwa harga emas akan menguat pada pekan ini. Ada banyak hal yang sudah matang. best profit

“Orang tahu apa yang akan dilakukan The Fed. Kami telah mencapai puncak inflasi. Dan ekspektasi inflasi itu akan mulai turun, dan Fed akan memperketat ekonomi.” jelas dia.

Seain itu, sudah terlihat sinyal imbal hasil obligasi turun lebih rendah, dan indeks dolar akan melemah.

“Emas adalah tempat yang lebih baik saat ini. Sama dengan perak, “kata dia. best profit

Presiden Adrian Day Asset Management Adrian Day menambahkan, dengan inflasi yang mencapai level tertinggi sejak 1982, investor pasti akhirnya beralih ke emas untuk perlindungan.

“Semakin banyak investor menyadari bahwa inflasi itu nyata dan akan lebih persisten daripada narasi aslinya dan juga bahwa Federal Reserve, Bank Sentral Eropa, dan bank sentral utama lainnya secara serius tertinggal dalam memerangi fenomena yang tidak mereka yakini ada,” kata dia.

Minggu ini investor memusatkan perhatian pada angka inflasi AS terbaru, yang merupakan faktor penentu menjelang pertemuan FOMC. best profit

Sumber : Liputan6

source http://www.bestprofitmalang.com/2021/12/best-profit-analis-dan-pelaku-pasar.html