Sektor Manufaktur AS Melemah, ‘Riverdale Mills’ Justru Buka Lapangan Kerja | PT Bestprofit

PT Bestprofit (20/2) – NORTHBRIDGE, MASSACHUSETTS — Namun, pada saat bersamaan, sebuah pabrik kecil di Massachusetts telah merekrut, memperluas perusahaan dan mengekspor produknya. Riverdale Mills berharap bisa semakin berkembang dengan membuat produk-produk yang tidak biasa dan membangun angkatan kerja yang kuat.
Jaring logam dicelupkan ke dalam berton-ton timah sari cair di Riverdale Mills di Northbridge, Massachusetts, yang terletak sekitar satu jam perjalanan dari Boston. Ini merupakan bagian dari proses yang rumit pembuatan berbagai produk tahan karat.
Ketika banyak pabrik memecat pekerjanya, Dennis Meola di Riverdale Mills justru melatih sejumlah pekerja baru.
“Operator kami yang berpengalaman melatih orang baru. Kami mulai melatih seorang karyawan dengan satu orang baru hari ini.”
Riverdale Mills membuat materi yang telah merevolusi penangkapan lobster dengan bahan dan proses yang unik. Perusahaan ini menerapkan pelajaran yang diperoleh dari penangkapan lobster untuk membuat pagar keamanan, termasuk sejumlah pagar yang digunakan untuk melindungi perbatasan.
CEO Riverdale Jim Knotts mengatakan untuk mempertahankan penjualan produknya di dalam dan luar Amerika, ia butuh lebih dari sekedar mesin.
“Kunci keberhasilan di pasar domestik dan global adalah kita harus memiliki pekerja terlatih yang mampu membuat produk-produk yang lebih baik dibanding yang dibuat orang lain di seluruh dunia,” katanya.
Mesin-mesin berukuran sangat besar yang bisa mengelas ratusan produk sekaligus, ditingkatkan kapasitasnya dengan biasa sangat mahal. Lebih banyak otomatisasi adalah alasan yang membuat pabrik-pabrik Amerika menghasilkan produksi dalam jumlah yang sama dengan lebih sedikit tenaga kerja.
Tom Kochan di MIT mengatakan sejak tahun 1980an otomatisasi dan perdagangan telah memangkas sepertiga lapangan kerja pepabrikan di Amerika. Ditambahkannya, para pengusaha secara keliru menilai tenaga kerja hanya sebagai biaya yang harus diminimalisir, bukan aset.
“Begitu ada teknologi baru yang mereka pikir dapat mengganti tenaga kerja dengan teknologi, mereka cenderung bergerak ke arah itu. Seringkali mereka bahkan menanam investasi terlalu besar untuk teknologi dan hanya sedikit investasi untuk pekerja, dan pada akhirnya biaya produksi tetap tinggi,” ujar Kochan.
Seorang ilmuwan peneliti di MIT – Andrew McAfee – mengatakan sistem pendidikan Amerika mengajarkan keahlian yang sudah ketinggalan 50 tahun.
“Kita perlu mendorong kreatifitas. Saya kira kita tidak saja perlu mendorong kemampuan menyelesaikan persoalan, tetapi kemampuan menentukan apa persoalan yang mungkin muncul nanti dan bagaimana mengantisipasinya. Kinerja teknologi dalam hal itu masih kurang memuaskan,” paparnya.
McAfee mengatakan orang akhirnya akan beradaptasi dengan perubahan lingkungan kerja, sama seperti yang dilakukan pendahulu mereka ketika perekonomian Amerika beralih dari pertanian ke pepabrikan. Ini merupakan transisi sangat sulit yang terjadi ketika gedung yang kini menjadi pabrik Riverdale Mills memproduksi bayonet untuk pasukan Union dalam Perang Saudara Amerika.[em/ds]
Sumber Voa Indonesia
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s